Akses Jalan Terputus, Warga Desa Pasir Putih Gayo Lues Terisolasi Akibat Bencana Hidrometeorologi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:43 WIB

50430 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis, 25 Desember 2025, mengakibatkan bencana banjir bandang dan longsor yang merusak akses jalan di sejumlah titik. Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah, dengan jalan penghubung antardesa dan antar kecamatan terputus total di beberapa lokasi.

Kepala Desa Pasir Putih, Kamaruddin, melaporkan langsung kondisi terkini dari lokasi kejadian. Dalam penelusurannya bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, ia menyampaikan bahwa badan jalan di sejumlah titik mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dilewati kendaraan. Di kawasan Berawang Jangut, yang menghubungkan Kampung Pasir Putih dengan Kampung Pining, longsor menghancurkan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Kerusakan serupa juga tercatat di ruas jalan menuju Kampung Pining dan Kecamatan Pining, yang terputus sepanjang 50 meter dan mengalami kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Dalam dokumentasi lapangan yang disampaikan Kamaruddin, terlihat bahwa akses menuju wilayah lainnya terputus nyaris total. Di titik Kaladorin—jalur vital dari dan menuju Kampung Pasir Putih—oprit jembatan di Sungai Pining amblas diterjang banjir, menyisakan jalan rusak sepanjang sekitar 100 meter. Warga sekitar bahkan harus mendorong kendaraan bermotor untuk menyeberangi jalur yang tertimbun lumpur dan terputus alirannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Kepala Desa memaparkan bahwa masyarakat secara swadaya berupaya membangun jembatan darurat dengan bahan seadanya untuk menghubungkan daerah-daerah yang kini terisolasi. Namun, keterbatasan alat, bahan bangunan, dan ancaman cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam upaya tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerusakan jalan dan akses ini telah berdampak besar terhadap aktivitas harian warga, terutama dalam hal transportasi logistik, kebutuhan darurat, dan pelayanan kesehatan.

Selain terputusnya jalan, hujan lebat juga menyebabkan sejumlah titik longsor di daerah perbukitan sepanjang jalur penghubung antarkampung. Potensi bencana susulan sangat tinggi, mengingat kontur tanah yang labil dan intensitas hujan yang tetap tinggi selama beberapa hari terakhir. Kamaruddin menyuarakan kekhawatiran bahwa jika tidak segera ditangani pihak terkait, bukan tidak mungkin korban jiwa dapat jatuh akibat akses yang tertutup total dan potensi longsor yang terus mengintai.

Pihak desa telah menginventarisasi sedikitnya enam titik kerusakan parah yang tersebar di sepanjang jalur utama ke dan dari Desa Pasir Putih. Beberapa di antaranya meliputi akses ke Kampung Pining dan jalan utama menuju Kecamatan Pining. Kondisi jalan yang rusak dan tidak stabil semakin diperparah oleh tidak adanya saluran air memadai, sehingga air hujan langsung mengalir di permukaan jalan, menggerus material tanah dan menyebabkan amblesnya lapisan bawah jalan.

Dalam laporannya, Kamaruddin menyampaikan permohonan bantuan kepada instansi pemerintah, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat, untuk segera turun tangan melakukan penanganan darurat. Ia berharap dinas terkait segera mengirimkan alat berat guna membuka jalur-jalur darurat serta mengevakuasi warga jika diperlukan. Selain itu, distribusi logistik, obat-obatan, dan fasilitas sanitasi darurat sangat dibutuhkan, mengingat kondisi desa yang semakin terisolasi dan tak dapat dijangkau kendaraan roda empat.

Sejumlah agenda keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat pun terancam tertunda, termasuk peringatan Isra Mi’raj yang rencananya akan dilaksanakan beberapa hari mendatang. Kamaruddin menyebut bahwa tanpa adanya jaminan keamanan akses dan perbaikan jalur, masyarakat akan kesulitan melaksanakan kegiatan berskala besar maupun memenuhi kebutuhan pokok harian.

Sebagai wujud kesiapsiagaan, warga Desa Pasir Putih tetap melakukan pemantauan di titik-titik rawan longsor dan kerusakan jalan, serta mengoordinasikan laporan harian kepada pihak pemerintah kecamatan. Potensi kerawanan dinilai semakin meluas seiring dengan cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pihak desa mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan menghindari perjalanan melalui jalur rawan longsor, sambil menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Gayo Lues ini menjadi pengingat bahwa daerah-daerah dengan kontur geografis perbukitan harus memiliki sistem mitigasi bencana yang lebih kuat. Tanpa respons cepat dan koordinasi lintas instansi, desa-desa seperti Pasir Putih akan terus berada dalam ancaman keterpencilan saat bencana terjadi. Kepala Desa Pasir Putih menyampaikan agar tidak ada lagi penundaan dalam penanganan bencana, karena akses jalan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat. (RED)

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026
Kapolres Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Hari Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru