ACEH SINGKIL – Kepedulian terhadap kehidupan masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, Jamaluddin Idham.
Ia turun langsung menemui para nelayan di Desa Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memahami berbagai kebutuhan masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat nelayan.
Berbagai persoalan yang dihadapi para nelayan menjadi perhatian, terutama terkait peningkatan kesejahteraan, pengembangan sektor perikanan, serta dukungan terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat nelayan, laut bukan sekadar hamparan perairan yang membentang luas, melainkan sumber penghidupan bagi keluarga dan masa depan generasi berikutnya.
Karena itu, perhatian dan dukungan terhadap nelayan menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Dalam pertemuan tersebut, Jamaluddin berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan, tantangan, serta harapan mereka agar kehidupan nelayan semakin baik dan kesejahteraan keluarga dapat terus meningkat.
“Saya datang ke Gosong Telaga bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi ingin mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kesulitan dan kebutuhan saudara-saudara kita para nelayan.
Mereka bekerja keras setiap hari untuk menghidupi keluarga. Sudah sepatutnya kehidupan dan kesejahteraan mereka mendapatkan perhatian bersama,” ujar Jamaluddin.
Ia menegaskan bahwa masyarakat nelayan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian daerah, menjaga ketersediaan hasil perikanan, serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Oleh sebab itu, berbagai persoalan yang mereka hadapi perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi.
Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi nelayan, khususnya nelayan kecil yang setiap hari menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitas melaut.
“Jangan sampai nelayan yang setiap hari berjuang di laut justru tertinggal dalam pembangunan. Kehidupan mereka harus menjadi perhatian kita bersama.
Negara harus hadir melalui dukungan dan program yang nyata, sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Perjuangkan Aspirasi Nelayan hingga Tingkat Pusat
Sebagai anggota DPR RI yang menjalankan tugas di bidang kelautan, perikanan, dan pertanian melalui Komisi IV, Jamaluddin menyatakan komitmennya untuk membawa aspirasi masyarakat nelayan Aceh Singkil ke tingkat pusat sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut Jamaluddin, aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti sebatas pertemuan atau penyampaian keluhan. Aspirasi tersebut perlu dicatat, dikaji, dan diperjuangkan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program serta kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir.
“Apa yang menjadi kebutuhan para nelayan akan kita catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Saya ingin program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama nelayan kecil di daerah pesisir seperti Aceh Singkil,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap sarana dan prasarana perikanan, penguatan kelompok nelayan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.
Potensi Laut Aceh Singkil Perlu Memberikan Manfaat bagi Rakyat
Jamaluddin menilai Kabupaten Aceh Singkil memiliki potensi kelautan dan perikanan yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Potensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kekayaan alam daerah, tetapi juga mampu menjadi sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor perikanan harus disertai kebijakan yang tepat, dukungan fasilitas yang memadai, serta program pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nelayan di lapangan.
“Potensi laut kita besar. Namun, yang paling penting bukan hanya seberapa besar hasil laut yang dimiliki daerah, melainkan bagaimana potensi itu mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi para nelayan dan keluarganya,” ujarnya.
Menurutnya, kesejahteraan nelayan harus menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Ketika nelayan mendapatkan dukungan yang sesuai, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian desa dan daerah.
Suara Nelayan Adalah Aspirasi yang Harus Diperjuangkan
Di akhir pertemuan, Jamaluddin menegaskan akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk para nelayan di Gosong Telaga, agar berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi dapat disampaikan secara langsung.
Ia berharap hubungan yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat dapat menjadi jembatan untuk mendorong perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan kawasan pesisir.
“Saya ingin para nelayan di Gosong Telaga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Suara mereka akan saya bawa dan perjuangkan sesuai tugas dan kewenangan saya.
Insyaallah, dengan kerja sama, komunikasi, dan ikhtiar bersama, kita berharap kesejahteraan nelayan Aceh Singkil dapat terus meningkat,” pungkas Jamaluddin.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jamaluddin Idham dalam menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan Aceh I, termasuk masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.
Melalui dialog langsung dengan masyarakat, berbagai kebutuhan di lapangan diharapkan dapat menjadi perhatian dalam mendorong pembangunan yang lebih merata, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan oleh para nelayan dan keluarga mereka. (*)








































