slot preparation.lsrs.lu

Polemik Pemakzulan Wakil Presiden Gibran: Analisis Tajam di Balik Sikap Diam Parlemen, Benarkah Masih Takut Sama Jokowi?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:28 WIB

50180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Ketegangan politik kembali mencuat setelah sekelompok purnawirawan TNI bersama elemen masyarakat sipil secara terbuka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera memproses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026 ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi serupa yang pernah disuarakan pada akhir April lalu, sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan publik terhadap kinerja dan legitimasi kepemimpinan saat ini.

Sebagaimana dikutip dari kanal Indonesia Lawyers Club, diskursus mengenai desakan tersebut mengemuka di tengah sorotan tajam terhadap sikap diam DPR yang dinilai abai menanggapi surat resmi dari kelompok purnawirawan. Pihak purnawirawan, yang diwakili oleh Mayjen TNI (Purn) Sunarko, menyatakan bahwa mereka merasa perlu mengulang kembali aspirasi tersebut karena DPR dianggap tidak menjalankan fungsinya sebagai representasi rakyat dalam menanggapi isu-isu krusial terkait konstitusi dan etika kepemimpinan nasional.

Dalam paparannya, kelompok purnawirawan melayangkan sejumlah kritik tajam, mulai dari persoalan kompetensi, moralitas, hingga legalitas proses pencalonan yang dianggap penuh kejanggalan. Mereka menilai bahwa sebagai pejabat tinggi negara, Wakil Presiden seharusnya memiliki standar intelektualitas dan rekam jejak yang mumpuni, yang menurut mereka belum tercermin dalam kepemimpinan Gibran. Isu mengenai akun media sosial yang diduga berkaitan dengan sosok tersebut juga kembali disinggung sebagai alasan mendasar atas tuntutan pemakzulan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, narasi ini mendapat perlawanan dari kelompok yang mendukung pemerintahan. Mereka menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki legitimasi hukum yang kuat dengan raihan suara mayoritas dalam pemilu. Perdebatan ini turut menyeret pakar hukum tata negara yang menyoroti perbedaan antara forum politik di MPR dan forum pembuktian hukum. Meski demikian, pihak oposisi tetap bersikeras bahwa pemakzulan adalah langkah konstitusional yang wajar dalam sebuah negara demokrasi jika terdapat indikasi pelanggaran yang serius.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya pergerakan konkret di parlemen terkait usulan tersebut. Spekulasi mengenai posisi tawar politik di antara partai-partai besar turut memperkeruh suasana, memunculkan pertanyaan publik mengenai apakah kebungkaman DPR disebabkan oleh kekhawatiran terhadap pengaruh mantan Presiden Joko Widodo atau murni karena tuntutan tersebut dianggap tidak memiliki landasan bukti yang kuat untuk diproses ke tahap lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB