slot preparation.lsrs.lu

Kericuhan di PN Pati, Koordinator AMPB Tuding Mafia Peradilan Peras Masyarakat Berperkara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:39 WIB

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Suasana audiensi di Ruang Tamu Terbuka Pengadilan Negeri Pati Kelas 1A mendadak memanas ketika Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Supriyono alias Botok meluapkan kemarahannya kepada jajaran pengadilan.

Dalam pertemuan tersebut, Botok yang mengenakan kaus hitam bertuliskan Sedulur Pati bersuara keras di hadapan pegawai dan juru bicara pengadilan. Ia menuding aparat pengadilan telah menjadi mafia peradilan yang ahli memeras masyarakat yang sedang berperkara.

Berdasarkan informasi  dari rekaman yang beredar, Botok melontarkan kalimat, “Anda itu mafia, sudah ahli bagaimana caranya memeras masyarakat yang berperkara, Anda bajingan semua.” Ucapan tersebut disampaikan sambil menunjuk ke arah meja petugas pengadilan dan disaksikan sejumlah rekannya yang merekam kejadian dengan ponsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Audiensi itu dihadiri beberapa perwakilan AMPB dan pegawai PN Pati. Beberapa pegawai terlihat duduk berhadapan dengan Botok sambil mencoba menenangkan situasi. Ketegangan terjadi setelah kelompok AMPB menilai ada dugaan pemerasan dan ketidakadilan dalam penanganan perkara praperadilan di PN Pati.

Insiden tersebut merupakan rangkaian dari kericuhan yang terjadi di PN Pati, yang sebelumnya juga diwarnai aksi penyiraman air mineral kepada juru bicara pengadilan. Pihak pengadilan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan mafia peradilan tersebut, sementara aparat keamanan pengadilan berupaya menjaga situasi tetap kondusif agar audiensi dapat dilanjutkan. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB