slot preparation.lsrs.lu

Gabah Petani Menumpuk di Pinggir Jalan, Petani Nagan Raya Berharap Bulog Segera Lakukan Penyerapan

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 18:23 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKA MAKMUE – Musim panen padi di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, membawa kabar menggembirakan dari sisi hasil produksi. Namun, di tengah melimpahnya hasil panen tersebut, ratusan petani di Kecamatan Seunagan Timur dan Kecamatan Seunagan kini menghadapi persoalan baru, yakni sulitnya menjual gabah hasil panen.

Puluhan ton gabah dilaporkan masih tertumpuk di sejumlah tempat, mulai dari rumah petani hingga di pinggir jalan. Kondisi tersebut membuat petani berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait agar hasil panen mereka dapat segera terserap dengan harga yang layak.

Salah seorang petani Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Arsyad, kepada media ini, Rabu (23/9/2026), mengatakan bahwa hasil panen petani saat ini cukup melimpah. Namun, sebagian petani mengalami kesulitan mencari pembeli yang mampu menyerap gabah dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gabah hasil panen sudah banyak, tetapi pembelinya belum ada. Sebagian gabah terpaksa kami simpan di rumah, bahkan ada yang ditumpuk di pinggir jalan karena tempat penyimpanan petani terbatas,” ujar Arsyad.

Menurutnya, kondisi tersebut tentu menjadi perhatian bagi petani. Pasalnya, gabah yang terlalu lama disimpan berisiko mengalami penurunan kualitas, terlebih apabila kondisi cuaca tidak mendukung.

Arsyad berharap Perum Bulog dapat segera turun ke lapangan dan melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Kecamatan Seunagan Timur dan Kecamatan Seunagan.

“Kami berharap Bulog bisa segera menyerap gabah petani. Kami ingin hasil kerja keras selama musim tanam ini dapat terjual dengan baik sehingga petani bisa kembali memenuhi kebutuhan keluarga dan mempersiapkan musim tanam berikutnya,” harapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat membantu mencarikan solusi agar persoalan pemasaran hasil panen tidak terus berulang setiap musim panen.

Produksi Padi Nagan Raya Meningkat

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa dari sisi kualitas dan produktivitas, hasil pertanian padi di Kabupaten Nagan Raya saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Menurut Marzuki, produktivitas padi di sejumlah wilayah Nagan Raya bahkan mampu mencapai rata-rata 7 hingga 8 ton gabah per hektare.

“Dari segi kualitas dan produktivitas sangat bagus dan meningkat. Rata-rata bisa mencapai 7 sampai 8 ton dalam satu hektare di Kabupaten Nagan Raya,” kata Marzuki.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi potensi besar bagi Nagan Raya dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun, tingginya produksi tentu perlu diikuti dengan ketersediaan pasar dan penyerapan gabah yang memadai, sehingga hasil panen yang melimpah benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Petani berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan para pelaku usaha dapat semakin diperkuat, terutama pada saat musim panen raya.

Dengan begitu, gabah petani tidak hanya berhasil diproduksi dalam jumlah besar, tetapi juga dapat terserap dengan baik dan memberikan nilai ekonomi yang sepadan dengan kerja keras para petani.

Bagi petani, panen bukanlah akhir dari perjuangan. Panen adalah saat ketika kerja keras selama berbulan-bulan harus benar-benar berubah menjadi penghasilan yang dapat menopang kehidupan keluarga dan keberlanjutan usaha tani. (*)

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru