NAGAN RAYA — Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Kamis (17 September 2026), membuat debit dan arus sejumlah sungai meningkat. Di tengah kondisi tersebut, seorang warga dilaporkan hanyut saat melintasi Sungai Krueng Cut, kawasan Kariyan, Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong.
Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu hingga Kamis malam masih menyisakan duka dan kecemasan bagi keluarga korban. Korban diketahui bernama Handani, warga yang dilaporkan tidak dapat berenang.
Identitas Korban
Korban yang dilaporkan hanyut diketahui bernama :
Nama: Hamdani..Tanggal Lahir: 4 Oktober 1982. Alamat: Desa Kuta Iboh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan.
Pasca kejadian, warga bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi. Tim BPBD Kabupaten Nagan Raya dan personel Polres Nagan Raya, Relawan RAPI Nagan Raya juga telah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan serta pencarian terhadap korban.
Menurut keterangan keluarga, sebelum peristiwa terjadi, Handani sempat menyampaikan keinginannya untuk pulang kampung karena teringat kepada anak-anaknya.
Salah seorang keluarga korban, Rosmawan, mengatakan bahwa dirinya telah beberapa kali mengingatkan Handani agar menggunakan sampan untuk menyeberangi sungai. Namun, korban disebut tetap nekat berenang hingga akhirnya terbawa arus sungai yang cukup deras.
“Korban memang tidak bisa berenang. Sebelum kejadian, Handani pernah berkata kepada saya ingin pulang kampung karena teringat kepada anak-anaknya.
Saya sudah berulang kali menyuruhnya naik sampan, tetapi korban tetap nekat berenang,” kata Rosmawan.
Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Nagan Raya, Agus Salim, RZ, S.Sos, mengatakan pihaknya memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta masyarakat dalam upaya pencarian korban.
Hingga Kamis malam, Handani masih belum ditemukan. Tim dan masyarakat terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir kawasan sungai dan lokasi yang diperkirakan menjadi titik terbawanya korban oleh arus.
Kemudian Agus menambahkan beberapa Relawan RAPI Nagan Raya juga ikut bersama keluarga malam ini untuk ikut berdoa agar korban cepat Diketemukan. Ujar Agus
Informasi keluarga menyebutkan, Handani meninggalkan seorang istri, Fitriani, serta tiga orang anak, masing-masing Makfirah (11 tahun), Ahmat Baidawi (7 tahun), dan Muhammad Shahibon Aska (18 bulan).
Sementara itu, ayah kandung korban diketahui bernama Abdul Munir, yang berdomisili di Desa Blang Poroh, Kecamatan Labuhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan.
Kabar belum ditemukannya Handani membuat keluarga masih menunggu dengan penuh harap. Di tengah suasana duka dan kecemasan, keluarga bersama masyarakat terus memanjatkan doa agar korban segera ditemukan.
Keluarga juga berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian.
“Kita semua berharap Handani segera ditemukan. Semoga pencarian diberikan kemudahan dan keluarga diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini,” demikian harapan keluarga.
Masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Krueng Cut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras dan ketika arus sungai mengalami peningkatan.
Keselamatan hendaknya menjadi prioritas utama dan warga sebaiknya menghindari menyeberangi sungai dengan berenang ketika kondisi arus tidak memungkinkan.
RAPI Kabupaten Nagan Raya mengimbau masyarakat yang berada di sekitar sungai agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari melintasi sungai ketika debit air meningkat, terutama saat hujan deras berlangsung.
Perkembangan informasi mengenai pencarian korban akan disampaikan kembali berdasarkan keterangan resmi dari petugas dan tim di lapangan. (*)








































