HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, 15 September 2026 – Ancaman serius terhadap stabilitas nasional kini membayangi Indonesia akibat melebarnya jurang kesenjangan sosial dan kemiskinan yang kian akut. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemerintahan yang mampu bertahan jika ketimpangan ekonomi dibiarkan tumbuh melampaui batas kewajaran.

Dalam orasinya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Mahfud menyoroti fakta mencolok bahwa saat ini kekayaan satu persen penduduk terkaya di Indonesia setara dengan total harta 100 juta penduduk termiskin. Kondisi ini mencerminkan pelebaran rasio gini yang melonjak dibandingkan era pemerintahan Presiden Soeharto. Jika di masa lalu rasio gini berada pada angka 0,200 yang menunjukkan distribusi ekonomi relatif merata, kini angka tersebut telah menembus 0,360. Mahfud memperingatkan bahwa fenomena ketimpangan ini bukan sekadar statistik ekonomi, melainkan pemicu utama gejolak sosial yang terbukti mampu meruntuhkan pemerintahan di berbagai negara seperti Tunisia, Libya, dan Mesir.

Lebih lanjut, ia mengkritisi ketidaksinkronan antara data kemiskinan nasional dengan realitas di lapangan. Pemerintah sering kali menggunakan standar pendapatan rendah untuk mengklasifikasikan penduduk miskin, namun jika menggunakan parameter internasional dengan standar pendapatan 8,3 dolar AS per hari, maka sekitar 64,2 persen penduduk Indonesia berada dalam kategori miskin. Ironisnya, di tengah kondisi kerentanan ekonomi ini, penegakan hukum dinilai masih tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Mahfud menyoroti adanya ketidakadilan dalam proses hukum, di mana individu yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi sering kali luput dari jeratan hukum, sementara masyarakat kecil terus ditekan oleh kewajiban administratif dan pajak yang tidak proporsional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakadilan yang terlembaga ini dianggap sebagai penghalang utama bagi Indonesia untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia telah mengamanatkan keadilan sosial secara berulang kali, namun pada praktiknya, hukum sering kali tidak berjalan seiring dengan keadilan. Tanpa reformasi dalam penegakan hukum yang berpihak pada rasa keadilan rakyat dan perbaikan distribusi kekayaan, Indonesia dinilai akan sulit mempertahankan integritas pemerintahannya dalam jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?
Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama
Impunitas di Balik Seragam: Keadilan yang Terampas dalam Kasus Andrie Yunus
Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas
Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal
Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?
Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

Impunitas di Balik Seragam: Keadilan yang Terampas dalam Kasus Andrie Yunus

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB