slot preparation.lsrs.lu

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

50307 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG, 15 September 2026 – Ancaman serius terhadap stabilitas nasional kini membayangi Indonesia akibat melebarnya jurang kesenjangan sosial dan kemiskinan yang kian akut. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemerintahan yang mampu bertahan jika ketimpangan ekonomi dibiarkan tumbuh melampaui batas kewajaran.

Dalam orasinya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Mahfud menyoroti fakta mencolok bahwa saat ini kekayaan satu persen penduduk terkaya di Indonesia setara dengan total harta 100 juta penduduk termiskin. Kondisi ini mencerminkan pelebaran rasio gini yang melonjak dibandingkan era pemerintahan Presiden Soeharto. Jika di masa lalu rasio gini berada pada angka 0,200 yang menunjukkan distribusi ekonomi relatif merata, kini angka tersebut telah menembus 0,360. Mahfud memperingatkan bahwa fenomena ketimpangan ini bukan sekadar statistik ekonomi, melainkan pemicu utama gejolak sosial yang terbukti mampu meruntuhkan pemerintahan di berbagai negara seperti Tunisia, Libya, dan Mesir.

Lebih lanjut, ia mengkritisi ketidaksinkronan antara data kemiskinan nasional dengan realitas di lapangan. Pemerintah sering kali menggunakan standar pendapatan rendah untuk mengklasifikasikan penduduk miskin, namun jika menggunakan parameter internasional dengan standar pendapatan 8,3 dolar AS per hari, maka sekitar 64,2 persen penduduk Indonesia berada dalam kategori miskin. Ironisnya, di tengah kondisi kerentanan ekonomi ini, penegakan hukum dinilai masih tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Mahfud menyoroti adanya ketidakadilan dalam proses hukum, di mana individu yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi sering kali luput dari jeratan hukum, sementara masyarakat kecil terus ditekan oleh kewajiban administratif dan pajak yang tidak proporsional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketidakadilan yang terlembaga ini dianggap sebagai penghalang utama bagi Indonesia untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia telah mengamanatkan keadilan sosial secara berulang kali, namun pada praktiknya, hukum sering kali tidak berjalan seiring dengan keadilan. Tanpa reformasi dalam penegakan hukum yang berpihak pada rasa keadilan rakyat dan perbaikan distribusi kekayaan, Indonesia dinilai akan sulit mempertahankan integritas pemerintahannya dalam jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru