HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Rembuk Tani Blang Baro Rambong, Masyarakat Siap Kembali Garap Sawah Terlantar

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 01:58 WIB

50309 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue : Harapan masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, untuk kembali mengolah lahan persawahan yang selama bertahun-tahun terlantar mulai menemukan titik terang.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan rembuk tani bersama tokoh masyarakat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, serta unsur TNI dari Danki TP 856, yang digelar di Masjid Gampong Blang Baro Rambong, Senin malam, 7 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sawah terlantar yang bersumber dari APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu areal persawahan milik masyarakat di Gampong Blang Baro Rambong direncanakan menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi tersebut.

Suasana pertemuan berlangsung penuh antusias dan rasa syukur.

Masyarakat menyambut baik rencana rehabilitasi karena lahan persawahan mereka telah lama tidak dapat dimanfaatkan secara optimal akibat dampak bencana alam.

Bagi masyarakat, rencana rehabilitasi ini bukan sekadar membuka kembali lahan yang terlantar.

Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian, memperkuat kebersamaan, serta mengembalikan semangat gotong royong masyarakat di tengah kehidupan persawahan.

Program rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari program usulan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala DTPHP Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan kembali lahan persawahan yang selama ini terlantar.

Menurutnya, kembali ke sawah bukan hanya berbicara tentang produksi pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sosial dan religius yang kuat.
“Kita kembali lagi ke sawah.

Karena dengan kembali ke sawah, kita kembali mengharapkan keberkahan dan nilai religius di sawah. Dengan turun ke sawah, setidaknya kita kembali teringat atas jerih payah orang tua kita yang dahulu bersusah payah mencetak sawah dan mewariskannya kepada bapak-bapak semua.”

Marzuki juga mengingatkan bahwa sawah memiliki hubungan erat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Aceh. Ketika masyarakat kembali turun ke sawah, berbagai tradisi kebersamaan yang selama ini melekat dalam kehidupan petani diharapkan dapat kembali tumbuh.

“Wate sigo-go ta troen u blang, tanyo teringat penulang ureung tuha ngen ka hanale.Dan Insyaallah ta tume kirem Al-Fatihah ku gopnyan.”
( Sekali kali kita turun ke sawah kita harus teringat kepada Masa nenek moyang kita yang sudah mendahului kita dan insyaallah kita sama sama kirem Doa ).

Ia menambahkan, dengan kembali berfungsinya lahan persawahan, diharapkan akan kembali lahir doa-doa keselamatan, rasa syukur dan harapan masyarakat melalui tradisi khanduri blang, abah lung, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Semoga suasana persatuan, kebersamaan dan gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat dapat hidup kembali seiring dengan aktifnya kembali lahan persawahan,” ujarnya.

Masyarakat Sambut Positif
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Ibnu Amin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program pemerintah tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena masyarakat kembali mendapatkan harapan untuk memanfaatkan lahan sawah yang selama ini terlantar akibat bencana alam.

“Syukur Alhamdulillah, kami masyarakat Gampong Blang Baro Rambong sangat mengapresiasi serta mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pertanian dalam mewujudkan kembali sawah kami yang sudah lama terlantar akibat bencana alam.”

Ibnu Amin berharap program rehabilitasi tersebut dapat direalisasikan sesuai dengan harapan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

“Semoga program dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya ini dapat terealisasi sesuai dengan yang diinginkan masyarakat Gampong Blang Baro Rambong.

Kami siap mendukung dan bersama-sama menjaga serta mengelola kembali lahan persawahan ini,” katanya.

Rembuk tani tersebut menjadi awal dari semangat baru masyarakat Blang Baro Rambong.

Sawah yang selama ini terdiam diharapkan kembali menghijau, aktivitas petani kembali bergeliat, dan roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.

Dari sawah yang terlantar, tumbuh harapan baru. Dari kebersamaan, lahir kekuatan untuk kembali membangun pertanian dan kesejahteraan masyarakat. (*)

 

Berita Terkait

DPRK Nagan Raya Sampaikan Pendapat Banggar dan Pandangan Fraksi terhadap KUA-PPAS 2027
Petani Tiga Kecamatan Keluhkan Listrik Sering Padam, DTPHP Nagan Raya Diminta Cari Solusi
Listrik Kerap Padam, Ratusan Petani Nagan Raya Kecewa: Ketahanan Pangan Ikut Terganggu
Jamaluddin Idham Salurkan Bantuan Peralatan Perikanan untuk Nelayan Babah Lueng Penulisan
Ketua TP-PKK Nagan Raya Terima Penghargaan Pelestari Tradisi Kuliner Aceh di ACF 2026
Pemindahan Dapur MBG Ke Sekolah Dinilai Perlu Di Kaji
Yayasan Putri Ratu Naraya Tolak Wacana Pengalihan SPPG ke Kantin Sekolah
SPPG Seunagan Timur Aktif Dukung Program MBG, 2.566 Penerima Manfaat Terlayani

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB