Polda Metro Jaya Rilis Sketsa Wajah Terduga Pengeroyok Bambang Setiyawan di Pejompongan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 01:10 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pengungkapan kasus kekerasan yang menewaskan Bambang Setiyawan (59), seorang penjual cermin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, memasuki babak penting. Kepolisian Daerah Metro Jaya merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan terhadap Bambang dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya pada Rabu, 2 September 2026. Sketsa ini menjadi salah satu alat bantu utama dalam memburu pelaku di tengah sorotan tajam publik atas tewasnya korban pada kericuhan Kamis malam, 27 Agustus 2026 lalu.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pembuatan sketsa dilakukan berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata yang ada di lokasi kejadian, selanjutnya diperkuat dengan hasil analisa digital dari video serta rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan tim penyidik. Melalui proses persesuaian yang mendetail antara kesaksian dan rekaman visual, penyidik menghasilkan dua sketsa yang diyakini memiliki kemiripan tinggi dengan dua pelaku utama di balik pengeroyokan fatal tersebut.

Ciri-ciri terduga pertama yang diungkapkan kepada publik adalah laki-laki berusia diperkirakan antara 30 hingga 40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pesek, bola mata berwarna hitam, dan kulit cokelat. Sementara terduga kedua digambarkan memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, dan tampak berkumis serta berjanggut. Sketsa kedua pelaku ini kini menjadi patokan utama dalam proses pencarian, sekaligus upaya mempercepat proses penyelidikan agar pelaku segera dapat diidentifikasi dan diamankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditegaskan pula, langkah kepolisian untuk mengungkap kasus ini belum berhenti pada penelusuran dua nama yang sudah teridentifikasi melalui sketsa wajah. Penyidik masih terus bekerja di lapangan dengan menelusuri keterangan tambahan dari masyarakat, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan menganalisis bukti yang terkumpul. Polda Metro Jaya menekankan bahwa kasus benang kusut dari aksi kekerasan di tengah kerumunan massa ini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum atas perlindungan warga sipil dan hak atas rasa aman di wilayah perkotaan.

Keberhasilan polisi mengolah data digital, menggabungkan keterangan saksi dengan teknologi rekam CCTV serta verifikasi visual, menjadi salah satu penanda berkembangnya metode penyidikan di era digital. Tantangan besar justru hadir pada upaya mengungkap identitas pelaku yang kerap berusaha menyamarkan diri di tengah situasi yang penuh keramaian dan diwarnai keberadaan kelompok massa.

Publik dan keluarga korban terus menantikan keadilan yang sepenuhnya ditegakkan. Sorotan masyarakat menguat karena Bambang Setiyawan diketahui bukan bagian dari massa demonstran, melainkan warga yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian saat insiden pecah. Kematian Bambang menjadi simbol kegelisahan publik atas maraknya kekerasan jalanan di kota besar dan keraguan banyak pihak terhadap jaminan perlindungan nyawa warga dari tindak main hakim sendiri.

Polda Metro Jaya dalam pernyataannya mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya proses pengusutan kepada pihak kepolisian. Seluruh elemen masyarakat juga diimbau aktif membantu upaya pengejaran dan pelacakan identitas dua pelaku, dengan harapan setiap informasi yang masuk dapat mempercepat penangkapan. Penyidik menegaskan komitmen untuk terus mendalami setiap data, baik dari rekaman elektronik, dokumen digital, maupun keterangan warga di sekitar TKP.

Kasus ini menjadi salah satu ujian nyata bagi sistem peradilan pidana, sekaligus pembuktian kehadiran negara dalam memberikan keadilan bagi korban. Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan, tegas, dan tidak tebang pilih, seraya mendorong siapa saja yang mengetahui identitas pelaku untuk segera melapor dan membantu kelancaran proses pengungkapan kasus yang telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Berita Terkait

Aksi 27 Agustus Memuncak Ricuh di Senayan, Nama GRIB Jaya Ikut Terseret, Negara Dituding Respons Represif
Nama Hercules Kembali Diperbincangkan, Benarkah Kekuatannya Bersumber dari Ketakutan atau Gagalnya Negara Tegakkan Hukum?
Temuan Baru Kasus Kematian Pegawai Mantan Jampidsus: Aliran Dana Misterius Terungkap
Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang
Polda Metro Jaya Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan Aksi DPR, Polisi Ungkap Enam Klaster Pelaku
Polisi Tangkap Admin Medsos Penyebar Tutorial Bom Molotov Jelang Aksi 27 Agustus
Misteri Kematian Pedagang Cermin Saat Demo 27 Agustus Belum Terungkap

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 02:33 WIB

Bupati Gayo Lues dan Wagub Aceh Desak Kementerian PU Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan Permanen

Kamis, 3 September 2026 - 02:29 WIB

Jaringan Telkomsel di Pining Gayo Lues Hilang Dua Hari, Sejumlah Perangkat Dilaporkan Rusak dan Dicuri

Kamis, 3 September 2026 - 02:24 WIB

Bupati Gayo Lues Dukung Pemulihan NTT, Bagikan Pengalaman Hadapi Bencana

Kamis, 3 September 2026 - 02:20 WIB

Bupati Gayo Lues Apresiasi Pasar Murah HUT Kejaksaan yang Ringankan Beban Warga

Kamis, 3 September 2026 - 02:15 WIB

Pemkab Gayo Lues Peringati Hardikda, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 02:07 WIB

Pemkab Gayo Lues Tata Pusat Kota Blangkejeren, PKL Akan Ditertibkan

Rabu, 2 September 2026 - 18:40 WIB

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:50 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Berita Terbaru