slot preparation.lsrs.lu

Polda Metro Jaya Rilis Sketsa Wajah Terduga Pengeroyok Bambang Setiyawan di Pejompongan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 01:10 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pengungkapan kasus kekerasan yang menewaskan Bambang Setiyawan (59), seorang penjual cermin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, memasuki babak penting. Kepolisian Daerah Metro Jaya merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan terhadap Bambang dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya pada Rabu, 2 September 2026. Sketsa ini menjadi salah satu alat bantu utama dalam memburu pelaku di tengah sorotan tajam publik atas tewasnya korban pada kericuhan Kamis malam, 27 Agustus 2026 lalu.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pembuatan sketsa dilakukan berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata yang ada di lokasi kejadian, selanjutnya diperkuat dengan hasil analisa digital dari video serta rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan tim penyidik. Melalui proses persesuaian yang mendetail antara kesaksian dan rekaman visual, penyidik menghasilkan dua sketsa yang diyakini memiliki kemiripan tinggi dengan dua pelaku utama di balik pengeroyokan fatal tersebut.

Ciri-ciri terduga pertama yang diungkapkan kepada publik adalah laki-laki berusia diperkirakan antara 30 hingga 40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pesek, bola mata berwarna hitam, dan kulit cokelat. Sementara terduga kedua digambarkan memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, dan tampak berkumis serta berjanggut. Sketsa kedua pelaku ini kini menjadi patokan utama dalam proses pencarian, sekaligus upaya mempercepat proses penyelidikan agar pelaku segera dapat diidentifikasi dan diamankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditegaskan pula, langkah kepolisian untuk mengungkap kasus ini belum berhenti pada penelusuran dua nama yang sudah teridentifikasi melalui sketsa wajah. Penyidik masih terus bekerja di lapangan dengan menelusuri keterangan tambahan dari masyarakat, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan menganalisis bukti yang terkumpul. Polda Metro Jaya menekankan bahwa kasus benang kusut dari aksi kekerasan di tengah kerumunan massa ini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum atas perlindungan warga sipil dan hak atas rasa aman di wilayah perkotaan.

Keberhasilan polisi mengolah data digital, menggabungkan keterangan saksi dengan teknologi rekam CCTV serta verifikasi visual, menjadi salah satu penanda berkembangnya metode penyidikan di era digital. Tantangan besar justru hadir pada upaya mengungkap identitas pelaku yang kerap berusaha menyamarkan diri di tengah situasi yang penuh keramaian dan diwarnai keberadaan kelompok massa.

Publik dan keluarga korban terus menantikan keadilan yang sepenuhnya ditegakkan. Sorotan masyarakat menguat karena Bambang Setiyawan diketahui bukan bagian dari massa demonstran, melainkan warga yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian saat insiden pecah. Kematian Bambang menjadi simbol kegelisahan publik atas maraknya kekerasan jalanan di kota besar dan keraguan banyak pihak terhadap jaminan perlindungan nyawa warga dari tindak main hakim sendiri.

Polda Metro Jaya dalam pernyataannya mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya proses pengusutan kepada pihak kepolisian. Seluruh elemen masyarakat juga diimbau aktif membantu upaya pengejaran dan pelacakan identitas dua pelaku, dengan harapan setiap informasi yang masuk dapat mempercepat penangkapan. Penyidik menegaskan komitmen untuk terus mendalami setiap data, baik dari rekaman elektronik, dokumen digital, maupun keterangan warga di sekitar TKP.

Kasus ini menjadi salah satu ujian nyata bagi sistem peradilan pidana, sekaligus pembuktian kehadiran negara dalam memberikan keadilan bagi korban. Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan, tegas, dan tidak tebang pilih, seraya mendorong siapa saja yang mengetahui identitas pelaku untuk segera melapor dan membantu kelancaran proses pengungkapan kasus yang telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Berita Terkait

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang
Dalang Uang Palsu Rp980 Juta untuk Demo Jakarta Ternyata Eks Calon Bupati, Jaringan Sudah Beroperasi Sejak 2024
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya
Remaja 16 Tahun Ngaku Jadi Informan Narkoba Dibayar dan Diberi Sabu Oknum Satresnarkoba Polres Aceh Tengah
Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan
Cegah Penyelewengan BBM Bersubsidi, Unit Tipidter Polres Nagan Raya Laksanakan Penandatanganan Surat Pernyataan Kepatuhan dan Integritas Petugas SPBU
Menguak Perlindungan Berlapis Pemodal PETI di Hulu Kapuas: Siapa Di Balik Jaring Uang Haram Emas Sekadau?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB