Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Budayawan Sujiwo Tejo mengungkapkan kegelisahan mendalam soal kondisi sosial dan kemasyarakatan Indonesia dalam sebuah diskusi yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti makin pudarnya rasa persaudaraan satu bangsa di tengah masyarakat, yang menurutnya nampak nyata dalam interaksi sehari-hari, khususnya perilaku di jalan raya Ibu Kota. Tejo menilai, gesekan di ruang publik kini lebih didominasi semangat individualisme ketimbang nilai-nilai kekeluargaan yang dahulu menjadi identitas nasional.

Dalam keterangannya, Sujiwo Tejo juga mengulas kecenderungan militerisme yang merambah ruang-ruang sipil. Ia menyebut, fenomena ini bukan semata-mata dipaksakan dari atas, melainkan respons terhadap aspirasi masyarakat yang secara sosiologis memang memiliki akar militeristik. Hal itu, ujar Tejo, terlihat dari kebiasaan penggunaan istilah seperti “siap” atau “izin” dalam komunikasi sehari-hari. “Ada kebanggaan saat bicara gaya komando, padahal ruang sipil mestinya lentur dan inklusif,” paparnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Kritik Tejo terhadap gaya seremonial dalam kenegaraan juga mengemuka, terutama pada peringatan hari kemerdekaan yang menurutnya kerap kaku dan kurang membumi. Ia mengusulkan agar upacara nasional dijalankan secara lebih terbuka dan menyentuh kebutuhan batin masyarakat lintas lapisan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, budayawan yang akrab disapa Mbah Tejo tersebut juga menyoroti gap kesejahteraan masyarakat. Dalam tinjauan filosofisnya, ia kerap melihat janji “gemah ripah loh jinawi” yang hingga kini belum sepenuhnya dirasakan rakyat, khususnya kelompok petani yang masih terimbas fluktuasi harga pangan. Bagi Tejo, ketimpangan tata kelola ekonomi jadi tantangan serius yang harus dijawab pemerintahan ke depan.

Lebih lanjut, Sujiwo Tejo berpendapat bahwa seorang pemimpin bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan administratif, melainkan juga butuh imajinasi dan keteladanan untuk membangun kembali nasionalisme yang kini dinilainya rapuh. Ia pun mengajak Presiden Prabowo, serta para pemangku kebijakan lainnya, untuk membuka telinga terhadap aspirasi rakyat, termasuk dari hal-hal yang sederhana tapi berdampak nyata bagi harmoni sosial dan persatuan bangsa. (*)

Berita Terkait

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika
Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas
Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi
Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi
Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh
Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat
Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung
Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Dorong Daya Saing Industri, Bea Cukai Banda Aceh Berikan Fasilitas Pembebasan Cukai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:26 WIB

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Berita Terbaru