Pernyataan Presiden soal ‘Londo Ireng’ Tuai Kritik, Komdigi Imbau Publik Lihat Konteks Utuh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:30 WIB

50220 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah ’Londo Ireng’ yang dilontarkan dalam acara Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7), menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah organisasi jurnalis, aliansi media, dan netizen menilai ucapan tersebut berpotensi merendahkan profesi wartawan dan pekerja lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Polemik ini memunculkan aksi protes di sejumlah kota oleh kelompok-kelompok jurnalis pada Senin (27/7), disertai pernyataan bersama dari berbagai organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN), Koalisi Media Alternatif (KOMA), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), hingga Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ). Mereka menilai, pelabelan ‘Londo Ireng’ merupakan istilah peyoratif dalam sejarah Indonesia yang dialamatkan kepada orang-orang yang dianggap berpihak pada kepentingan bangsa lain, dan jika dikaitkan dengan profesi jurnalis dan LSM, dinilai mendelegitimasi kerja dan peran mereka di masyarakat.

Menanggapi isu ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta publik untuk memahami secara menyeluruh pesan Presiden Prabowo. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa Presiden memandang kritik sebagai masukan penting yang perlu diungkapkan, termasuk pemberitaan terkait kondisi sekolah yang memerlukan perhatian pemerintah. Fifi menekankan pesan presiden merupakan bentuk kiasan politik, bukan untuk menyudutkan kelompok profesi tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden memandang kritik sebagai bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik. Yang disampaikan adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap upaya membangun pesimisme secara sistematis yang bisa menggerus optimisme nasional,” jelas Fifi dalam keterangan pers, Senin (27/7). Menurutnya, ruang demokrasi tetap terbuka dan pemerintah menghormati kebebasan pers dan kritik publik, namun mengingatkan perlunya membedakan antara kritik yang konstruktif dan narasi yang memojokkan tanpa memberikan solusi.

Komdigi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang publik dari narasi negatif dan lebih fokus mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa. Fifi menambahkan, pemerintah akan terus menanggapi kritik melalui kerja nyata di lapangan dan memastikan setiap keluhan yang muncul menjadi dasar perbaikan berbagai program.

Sementara protes dan penolakan terhadap istilah yang digunakan Presiden Prabowo masih berlangsung, berbagai pihak berharap polemik ini menjadi momentum pembelajaran dalam menjaga kualitas demokrasi serta saling menghargai peran kritik sekaligus kontribusi nyata dalam membangun negara. (*)

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Anggota Polda Aceh Terlibat Jaringan Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim
Polemik Istilah “Londo Ireng”, Ahmad Khozinudin Tegaskan Kritik sebagai Pengawal Demokrasi
Pernyataan Presiden Prabowo Soal “Londo Ireng” Picu Protes Jurnalis dan Pers Mahasiswa di Yogyakarta
Kepala BGN Umumkan 833 Dapur Makan Bergizi Gratis Ditutup Permanen karena Pelanggaran
Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Tajam
Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:30 WIB

Dihimpit Pungutan dan Minim Transparansi, Wali Murid SDN 12 Terangun Gayo Lues Serukan Investigasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:20 WIB

Gempa Bermagnitudo 3,1 Guncang Gayo Lues Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:12 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:01 WIB

Asisten I Gayo Lues dr. Nevirizal Mundur Dari Jabatannya, Ini Alasannya

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:52 WIB

Kronologi Penggerebekan Oknum Kepala Desa Kendawi di Blangtenggulun: Berawal dari Ibu-Ibu Merujak, Satpol PP Amankan Dua Pelaku Selingkuh

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:35 WIB

Penggerebekan Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Picu Kecaman, Warga Tuntut Penegakan Hukum Tegas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:17 WIB

Jerigen BBM Subsidi di Rumah Anak Pejabat: Potret Masalah Telanjang di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:06 WIB

Guncangan Beruntun Tiga Kali Gempa Melanda Gayo Lues, Warga Panik Berhamburan Keluar Gedung

Berita Terbaru