slot preparation.lsrs.lu

Polemik Istilah “Londo Ireng”, Ahmad Khozinudin Tegaskan Kritik sebagai Pengawal Demokrasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:22 WIB

50313 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Polemik penggunaan istilah “Londo Ireng” oleh Presiden Prabowo Subianto terus menuai respons di tengah masyarakat. Advokat dan aktivis hukum, Ahmad Khozinudin, menjadi salah satu tokoh yang turut angkat suara melalui orasi terbuka untuk membela sikap kritis yang diambil koleganya, Gufroni Al Maruf, dalam merespons isu-isu politik nasional. Orasi yang disampaikannya menekankan pentingnya ruang kritik dalam demokrasi, sekaligus menolak stigma negatif terhadap kelompok yang berperan sebagai pengawas jalannya pemerintahan.

Ahmad Khozinudin menilai, kritik yang dilayangkan Gufroni Al Maruf tidak dapat dipandang sebagai upaya pelemahan negara, tetapi sebagai wujud nyata hak konstitusional warga untuk menjaga keseimbangan demokrasi. Ia mengingatkan, narasi pelabelan yang menyudutkan kelompok pengamat, jurnalis, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat justru dapat menciptakan suasana ketakutan yang membahayakan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Khozinudin menegaskan bahwa menyuarakan kebenaran di ruang publik merupakan bagian penting demi memastikan fungsi kontrol sosial tetap berjalan. Ia menyebut, upaya kritis yang dilakukan Gufroni harus dilihat sebagai upaya menjaga marwah demokrasi, bukan sebagai ancaman atau bentuk permusuhan terhadap negara. Khozinudin menolak segala bentuk pendekatan yang dapat membungkam suara kritis atas nama kompromi, karena menurutnya, substansi keadilan harus tetap menjadi prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Khozinudin, hukum semestinya menjadi instrumen perlindungan bagi warga negara yang kritis, bukan sebaliknya menjadi alat penekan kebebasan berpendapat. Ia menegaskan, pembungkaman ruang kritik hanya akan merugikan kehidupan demokrasi dan mengurangi kualitas keterbukaan informasi di tanah air.

Istilah “Londo Ireng”, yang secara historis merujuk pada tentara pribumi bentukan kolonial Belanda (KNIL), mengemuka kembali saat digunakan Presiden Prabowo untuk menyindir kelompok yang dinilai kerap bersikap pesimistis terhadap situasi nasional. Penggunaan istilah tersebut mendapat kecaman dari sejumlah organisasi profesi dan elemen masyarakat sipil, termasuk Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di wilayah Pantura, yang meminta klarifikasi atas penggunaan diksi yang dianggap berpotensi menyudutkan independensi jurnalis di lapangan.

Pengamat hukum dan masyarakat sipil menilai, penggunaan dikotomi dan stigma destruktif di ruang publik rawan memperlebar polarisasi sosial. Terlepas dari polemik yang muncul, kelompok masyarakat sipil tetap menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan demi transparansi tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel, sebagai bagian dari nilai-nilai dasar demokrasi yang harus dijaga bersama. (*)

Berita Terkait

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB