Deddy Sitorus: Negara Terancam Runtuh Jika Penegak Hukum Tak Lagi Berpihak pada Rakyat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:12 WIB

50193 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –  Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi hukum dan institusi penegak hukum di Indonesia. Dalam pernyataan yang dikutip dari acara Indonesia Lawyers Club di YouTube, Deddy menyoroti kerusakan sistemik yang melanda aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga antirasuah.

Deddy menyebutkan, ketika aparat penegak hukum dijadikan alat atau budak kekuasaan, maka runtuhlah fondasi negara. Ia menegaskan bahwa hancurnya sistem hukum terbukti telah menjerumuskan banyak negara dalam sejarah. Deddy mengangkat contoh, betapa penegakan kejujuran dan nilai-nilai dasar profesi sudah tercoreng akibat hegemoni kekuasaan dan dorongan materialisme. Menurutnya, orang-orang baik di dalam institusi hukum menjadi anomali dan tidak punya ruang untuk bertindak, karena sistem dan kepemimpinan telah rusak.

Dia menggambarkan institusi hukum seperti kolam lumpur, di mana siapa pun yang masuk akan ikut kotor. Bahkan ketika ada nilai-nilai luhur yang digembar-gemborkan aparat penegak hukum, ia menyebut itu hanya menjadi slogan tanpa makna jika tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Deddy juga menyoroti pertarungan kepentingan antar lembaga dan kerusakan yang semakin mendalam akibat penyalahgunaan kekuasaan. Ia mengingatkan, praktik “setoran” dan pencarian keuntungan pribadi masih menjadi fenomena umum, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

Deddy menilai, konflik antar lembaga penegak hukum belakangan ini hanyalah puncak gunung es dari persoalan lebih besar. Ia secara langsung meminta Presiden menggunakan momentum ini untuk melakukan penyegaran di institusi penegak hukum, baik di kepolisian, kejaksaan, maupun KPK. Menurut dia, pergantian kepemimpinan dinilai penting agar ada perubahan mendasar dan keberanian melawan sistem bobrok yang telah mengakar.

Lebih lanjut, Deddy memperingatkan risiko besar apabila Presiden gagal mengambil langkah tegas terhadap situasi ini. Menurutnya, jika penegakan hukum tidak lagi menjadi abdi negara melainkan abdi kekuasaan, hasil akhirnya adalah kehancuran sistem dan hilangnya kepercayaan publik terhadap negara.

Di akhir pernyataan, Deddy mengingatkan bahwa perbaikan tak akan tercapai tanpa keberanian mengambil sikap dan membenahi kepemimpinan di lembaga-lembaga vital penegakan hukum. Ia menutup dengan menegaskan pentingnya regenerasi dan perubahan sistemik demi menjaga integritas dan masa depan bangsa. (*)

Berita Terkait

Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif
AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis
YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi
MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru