Sebuah video viral yang diunggah melalui media sosial memperlihatkan momen pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite ke jerigen di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Bambel, Aceh Tenggara, pada Jumat, 17 Juli 2026. Aksi tersebut terjadi di tengah antrean panjang warga yang kesulitan mendapatkan Pertalite, sehingga memancing reaksi keras dari masyarakat setempat maupun warganet yang menyaksikan rekaman kejadian itu.
Dalam video yang dibagikan akun Facebook Rahul Cane, tampak seorang pria tengah mengisi Pertalite dari dispenser SPBU ke jerigen secara terbuka. Padahal, berdasarkan peraturan resmi, pengisian BBM subsidi ke dalam jerigen untuk kebutuhan non-khusus warga sangat dibatasi bahkan dilarang kecuali memenuhi syarat khusus seperti kepentingan komunitas nelayan dan petani yang diatur ketat oleh pemerintah. Sementara itu, sejumlah warga terlihat harus rela mengantre panjang untuk mendapatkan jatah BBM guna keperluan sehari-hari.

Insiden ini ramai diperbincangkan karena dianggap merugikan banyak pihak, terutama masyarakat kecil yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima BBM subsidi. Masyarakat mempertanyakan bagaimana pengawasan bisa kecolongan hingga terjadi pengisian BBM subsidi ke dalam jerigen, sementara di jalur lain, warga harus menghadapi antrean mengular berjam-jam. Warga meminta pertanggungjawaban dari pengelola SPBU dan juga instansi terkait agar segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
Terkait kejadian ini, aturan resmi dari pemerintah memang sudah jelas melarang pengisian BBM subsidi secara bebas ke jerigen di SPBU. Regulasi keras telah diterapkan guna menekan penyelewengan dan memastikan pemerataan distribusi BBM subsidi ke masyarakat yang berhak. Karena itu, tindakan seperti terlihat dalam video tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat yang harus ditindak. Jika terbukti ada pelanggaran atas tata kelola distribusi BBM subsidi, sanksi tegas—hingga pencabutan izin pengelolaan dapat diberlakukan kepada pihak SPBU.

Masyarakat juga mendesak PT Pertamina dan aparat penegak hukum untuk turun tangan langsung melakukan investigasi menyeluruh di SPBU Bambel. Tidak hanya itu, masyarakat meminta proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan hasilnya segera diumumkan ke publik. Pengelola SPBU diingatkan agar tidak main-main dalam menyalurkan BBM bersubsidi, sebab kepercayaan warga menjadi taruhannya. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPBU Bambel maupun Pertamina terkait video viral tersebut. Namun, masyarakat menegaskan bahwa penyaluran BBM bersubsidi adalah hak rakyat dan harus diawasi secara ketat. Mereka berharap kasus serupa tidak lagi terulang dan pengawasan distribusi subsidi dapat semakin diperketat, sehingga keadilan bagi seluruh warga benar-benar terwujud di lapangan. (RED)









































