slot preparation.lsrs.lu

Ketua DPM FIK UTU: Jangan Jadikan Laporan Hukum Alat Bungkam Penolakan Limbah FABA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 22:56 WIB

50469 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BARAT |  Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (DPM FIK UTU), Sasrianda Waruwu, menyampaikan keprihatinan dan mengecam langkah hukum yang ditempuh terhadap sejumlah pihak yang menyampaikan penolakan atas penggunaan Jalan Pendidikan sebagai jalur angkutan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) di Meulaboh. Sasrianda memandang langkah pelaporan hukum terhadap sejumlah elemen masyarakat, termasuk aktivis Jhony Howord, Geuchik Gampong Gunong Kleng, dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, justru menimbulkan kekhawatiran mengenai kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasi di ruang publik.

Melalui pernyataan resminya di Meulaboh, Sabtu (13/7/2026), Sasrianda menyoroti bahwa laporan hukum terhadap warga yang menolak angkutan limbah pada jalan pendidikan dapat dipersepsikan sebagai bentuk tekanan yang membatasi ruang kritik. Ia mengingatkan, penyampaian pendapat yang berkaitan dengan lingkungan hidup, keselamatan pengguna jalan, dan kawasan pendidikan merupakan hak konstitusional yang wajib dihormati oleh semua pihak. Sasrianda menegaskan, para pihak yang dilaporkan bukan semata-mata aktivis individu, namun juga pimpinan gampong hingga pejabat daerah yang tengah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Sasrianda menilai, penolakan terhadap penggunaan Jalan Pendidikan bagi aktivitas angkutan limbah FABA bukan sekadar soal teknis transportasi atau penolakan terhadap kebijakan, tetapi telah melebar menjadi isu perlindungan ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat. Menurutnya, setiap kebijakan berdampak pada masyarakat harus disikapi secara dialogis, terbuka, dan transparan. Sasrianda menekankan bahwa Jalan Pendidikan merupakan akses vital yang digunakan mahasiswa, pelajar, dan warga setiap hari sehingga keamanan serta dampak lingkungannya menjadi perhatian bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan bahwa penyelesaian perbedaan pandangan harus mengedepankan dialog yang terbuka, bukan malah menghadirkan rasa takut atau mengkriminalisasi kritik lewat langkah hukum. Sasrianda menyatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk selalu berdiri di garis terdepan dalam menjaga ruang demokrasi, kepentingan publik, keselamatan masyarakat, dan fungsi kawasan pendidikan sebagai ruang aman bagi semua pihak. Penegakan hukum, tegasnya, harus objektif, adil, serta tidak dijadikan alat untuk meredam suara kritis masyarakat.

DPM FIK UTU juga memberikan solidaritas kepada semua pihak yang menggunakan saluran hukum secara sah dan konstitusional demi membela kepentingan lingkungan dan keselamatan bersama. Sasrianda mengajak semua pihak untuk menjadikan dialog sebagai solusi utama dalam penyelesaian konflik kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Ia menegaskan, demokrasi yang sehat dibangun di atas penghormatan terhadap hak warga negara dalam menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dan terbuka. Kritik, menurutnya, bukan ancaman, melainkan bagian penting dari kontrol sosial dalam kehidupan berdemokrasi. (*)

Berita Terkait

Sinergi Lintas Disiplin: Dosen UTU Terapkan Vertiminaponik dan Digitalisasi Posyandu di Gampong Pasi Pinang
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Empat Pelaku Penyedia Prostitusi Online di Kuta Padang Meulaboh Ditahan, Dijerat Pasal 33 Qanun Jinayat
Jamaluddin Idham Kunker ke Aceh Barat, Pastikan Bantuan Budidaya Lele dan Ayam Petelur Berjalan
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Aceh Barat Lakukan Penanaman Jagung Perdana dan Serahkan Bantuan Alsintan
YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi dan Penyalahgunaan Kewenangan di Lapas Meulaboh
Ketua Umum PP IKA UTU Ucapkan Selamat kepada 747 Wisudawan, Dorong Alumni Tetap Adaptif dan Berkontribusi bagi Masyarakat
Jamaluddin Idham Tinjau Jalan Nasional Meulaboh–Medan, Dorong Pembangunan Jalur Dua di Meureubo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru