KALTIM | Kunjungan dai kondang Ustaz Abdul Somad ke Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sempat diwarnai aksi penghadangan oleh sekelompok massa pada Jumat (3/7/2026) siang. Insiden itu terjadi ketika Ustaz Abdul Somad baru saja tiba di Bandara Melalan, Sendawar, sebagai bagian dari rangkaian safari dakwah di wilayah tersebut.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik saat mobil yang membawa Ustaz Abdul Somad dihentikan oleh sejumlah orang di jalan menuju lokasi acara. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, tampak beberapa pria menghampiri kendaraan, meminta Ustaz Abdul Somad turun dan sempat memaksa pintu mobil dibuka. Situasi terlihat cukup tegang, dengan suara teriakan terdengar di antara kerumunan massa.
Menanggapi kondisi itu, aparat kepolisian bersama personel pengamanan dari TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja yang sudah siaga di lokasi bergerak cepat untuk mengamankan situasi. Petugas membentuk barikade di sekitar kendaraan guna mencegah massa semakin mendekat. Setelah dilakukan negosiasi singkat, rombongan Ustaz Abdul Somad berhasil dievakuasi dan melanjutkan perjalanan ke tempat acara dengan pengawalan ketat.
Hingga saat ini, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik aksi penghadangan tersebut. Namun, beredar informasi bahwa sebelumnya memang ada penolakan dari sekelompok masyarakat terhadap rencana safari dakwah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat. Penolakan itu disampaikan melalui surat terbuka dan beredar di media sosial, yang menyoroti kekhawatiran mengenai potensi perpecahan di masyarakat.
Meski sempat diwarnai insiden, agenda safari dakwah Ustaz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai rencana. Setibanya di Bandara Melalan, Sendawar, Ustaz Abdul Somad disambut oleh tokoh-tokoh agama, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, serta sejumlah masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi. Prosesi penyambutan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan, dengan pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan kepada ulama asal Riau tersebut.
Sebelum pelaksanaan safari dakwah, panitia bersama pihak pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh adat daerah telah melakukan serangkaian koordinasi intensif. Langkah itu diambil untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat. Koordinasi ini disebut-sebut berhasil menekan potensi gangguan dan menjaga keamanan hingga acara selesai dilaksanakan.
Safari dakwah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat merupakan bagian dari agenda tabligh akbar yang sudah lama diagendakan oleh panitia lokal. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai wilayah kecamatan, bahkan sejumlah warga luar daerah turut hadir dalam acara tersebut. Meski sempat terjadi penolakan, jalannya kegiatan tetap kondusif setelah pengamanan diperketat dan ruang dialog dibuka antara panitia, aparat, dan perwakilan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial. Banyak pihak berharap momen safari dakwah tersebut mampu memperkuat persatuan serta toleransi antara warga, dan menghindari potensi gesekan horizontal. Sejauh ini, tidak ada laporan korban luka dalam insiden penghadangan, dan seluruh rangkaian acara safari dakwah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat berjalan dengan lancar hingga selesai. (*)









































