KUTACANE | Momen Hari Raya Idul Adha seribu empat ratus empat puluh tujuh Hijriah yang jatuh pada tanggal dua puluh tujuh Mei dua ribu dua puluh enam menjadi ruang refleksi spiritual bagi umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Aceh Tenggara. Nuansa religius tampak menyelimuti masyarakat yang menyambut hari besar keagamaan tersebut dengan penuh kekhusyukan, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Di tengah suasana yang sarat makna itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tenggara, Jufri, RM, S.Pd, M.Si, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat, khususnya insan pendidikan di Aceh Tenggara. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan yang menjadi inti dari peringatan Idul Adha.
Dalam keterangannya, Jufri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai kurban mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan dalam berbagi dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan bahwa dunia pendidikan juga memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda. Semangat berkurban, kata dia, dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, kepedulian, toleransi, serta semangat membantu sesama tanpa memandang latar belakang.
“Dengan berkurban, kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Idul Adha harus menjadi pengingat bahwa manusia hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar,” ujar Jufri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, semangat gotong royong yang tumbuh saat Idul Adha menjadi salah satu kekuatan masyarakat Aceh yang perlu terus dirawat, terutama dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik dan berkarakter.
Di lingkungan pendidikan, peringatan Idul Adha dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa. Melalui pemahaman tentang sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, generasi muda diajak memahami arti ketulusan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam membentuk mentalitas pelajar yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Selain itu, Jufri juga mengapresiasi masyarakat Aceh Tenggara yang selama ini tetap menjaga tradisi kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah kurban. Mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, seluruh rangkaian kegiatan dinilai mencerminkan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap Hari Raya Idul Adha tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Aceh Tenggara. Di tengah tantangan kehidupan yang terus berubah, nilai-nilai religius dan kemanusiaan diharapkan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang harmonis dan maju.
Suasana Idul Adha yang penuh gema takbir dan doa itu pun diharapkan mampu menghadirkan kesejukan batin bagi seluruh umat Islam. Bagi Jufri, makna terbesar dari kurban bukan hanya pada hewan yang disembelih, melainkan pada kemampuan manusia menundukkan ego, memperkuat rasa syukur, serta menebarkan manfaat bagi sesama. (RED)






























































