BANDA ACEH, 13 Mei 2026 – Forum Sinergi Data (FORSIDA) Provinsi Aceh menggelar rapat koordinasi strategis di Learning Corner Satelite (LCS) Kanwil Bea Cukai Aceh, Rabu (13/5). Pertemuan ini mempertemukan instansi vertikal Kementerian Keuangan (DJBC dan DJPB), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia untuk menyelaraskan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta merumuskan solusi atas isu strategis perekonomian daerah.
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Asral Efendi, menekankan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah krusial untuk memastikan kebijakan ekonomi Aceh berpijak pada data yang akurat dan terintegrasi.
Pemulihan Ekonomi yang Signifikan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, ekonomi Aceh pada Triwulan I-2026 menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan sebesar 4,09% (yoy). Angka ini menandai pemulihan yang lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.
Isu Strategis: Transformasi Ekspor dan Inflasi
Meski menunjukkan tren positif, FORSIDA mencatat sejumlah tantangan yang memerlukan penanganan lintas instansi:
Hilirisasi Komoditas: Ekspor Aceh saat ini masih didominasi oleh komoditas mentah. Forum menyepakati perlunya dorongan terhadap industri pengolahan agar nilai tambah produk lokal tetap berada di Aceh.
Kemandirian Ekonomi: Data mencatat ketergantungan impor yang masih tinggi untuk produk-produk tertentu, yang memicu defisit pada neraca perdagangan regional.
Pengendalian Inflasi: Bank Indonesia melaporkan berbagai langkah proaktif, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dan kerjasama antar daerah untuk memastikan stabilitas harga menjelang Hari Raya Iduladha.
Sinergi untuk Kemakmuran Aceh
FORSIDA berkomitmen untuk terus melakukan pemutakhiran data secara berkala, termasuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang sinkron antara Bea Cukai (arus barang), BPS (statistik ekonomi), BI (moneter), dan DJPb (fiskal), pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kanwil Bea Cukai Aceh dalam menjaga semangat MATA IE (Maju, Tangguh, Inovatif, Efisien) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM).










































