HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Korban Bencana di Sumatra Capai 1.178 Jiwa, Aceh Jadi Wilayah Paling Terdampak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 01:24 WIB

50404 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatra terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (6/1/2026), total korban meninggal dunia telah mencapai 1.178 jiwa. Angka tersebut mencakup seluruh wilayah terdampak di Sumatra, dengan korban terbanyak berasal dari Provinsi Aceh.

Bencana yang terjadi sejak akhir tahun lalu ini mencakup banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah secara beruntun. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa terjadi penambahan satu korban jiwa dari hari sebelumnya. Korban terbaru ditemukan di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Data BNPB mencatat, wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi ada di Aceh, yaitu sebanyak 543 orang. Selain itu, korban jiwa juga ditemukan di beberapa wilayah lain seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, serta sejumlah daerah di pesisir barat dan tengah Pulau Sumatra yang terdampak cukup parah. Bencana besar ini meninggalkan dampak luas tidak hanya dari sisi korban meninggal, tapi juga jumlah warga yang dinyatakan hilang dan penyintas yang harus dievakuasi ke pengungsian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Catatan BNPB menunjukkan jumlah korban hilang hingga 6 Januari 2026 mencapai 147 orang. Dari jumlah tersebut, terbanyak berada di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang hingga kini masih mencatat 74 orang hilang. Proses pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan meski terkendala cuaca buruk dan akses jalan yang terputus di sejumlah daerah.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tercatat hingga hari ini mencapai 242.174 jiwa. Aceh kembali menjadi wilayah dengan angka pengungsi tertinggi, yakni 217.780 jiwa. Di dalamnya, terdapat Aceh Tamiang sebagai kabupaten dengan penyintas terbanyak, yaitu 74.735 jiwa. Warga yang mengungsi tersebar di puluhan titik pengungsian, sebagian besar masih bertahan di tenda-tenda darurat dan bangunan publik yang difungsikan sementara sebagai pos pengungsian.

BNPB menyebutkan bahwa upaya penanganan darurat bencana masih berlangsung. Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, BPBD setempat, serta relawan dan mitra kemanusiaan lainnya terus berupaya menjangkau daerah-daerah terdampak untuk mendistribusikan bantuan logistik, tenda, makanan siap saji, dan alat-alat kebersihan. Fokus penanganan juga diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan dan psikososial.

Seiring dengan upaya penanganan di lapangan, pemerintah juga mempercepat pendataan kerusakan infrastruktur, fasilitas publik, dan lahan pertanian yang ikut rusak akibat bencana. Pemeriksaan terhadap jembatan rusak, jalan terputus, dan sistem irigasi vital saat ini menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor di tingkat nasional dan daerah.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BMKG. Curah hujan yang masih tinggi diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, yang berpotensi menimbulkan bencana susulan seperti banjir dan tanah longsor. Warga diminta untuk tidak kembali ke zona merah atau daerah rawan bencana sebelum ada kepastian kondisi aman dari pihak berwenang.

Selain tanggap darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan rencana percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah yang terdampak parah. Nantinya, pendampingan terhadap korban yang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan juga akan menjadi bagian dari program pemulihan jangka panjang. Hingga saat ini, proses verifikasi kerusakan dan validasi data korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di masing-masing kabupaten/kota. Pemerintah juga menyatakan akan memastikan seluruh dukungan logistik dan anggaran darurat disalurkan secara optimal untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat terdampak.

BNPB menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus bersinergi menghadapi situasi ini. Penambahan jumlah korban yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus terus ditingkatkan. Proses pemulihan di Pulau Sumatra diperkirakan membutuhkan waktu panjang, mengingat luasan wilayah terdampak dan jumlah penduduk yang harus dilayani dalam proses pemulihan ini sangat besar. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita
KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir
MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun
MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru