slot preparation.lsrs.lu

Distribusi Beras untuk Korban Bencana di Gayo Lues Capai 179 Ton, Tantangan Akses Masih Mengemuka

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 23:02 WIB

50330 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Penyaluran bantuan logistik bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus berlangsung dalam skala besar dan kompleks sejak bencana melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Hingga Minggu, 28 Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat bahwa total beras yang telah didistribusikan mencapai 179.161 kilogram atau setara 179,16 ton. Angka ini berasal dari rekapitulasi logistik keluar yang dihimpun dari Posko Bale Musara, pusat komando penanggulangan bencana di kabupaten tersebut.

Beras menjadi jenis bantuan dengan porsi terbesar dalam keseluruhan distribusi logistik, mengikuti putusnya jaringan distribusi pangan normal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kecamatan. Sebanyak 11 kecamatan terdampak menerima bantuan dengan volume yang disesuaikan kondisi kerusakan, jumlah penduduk terdampak, serta tingkat keterisolasian wilayah masing-masing. Distribusi dilakukan secara bertahap, menyusul masih adanya kendala cuaca ekstrem dan infrastruktur yang rusak.

Kecamatan Pining tercatat sebagai penerima bantuan beras terbesar dengan total alokasi mencapai 42.158 kilogram. Wilayah ini dilaporkan mengalami dampak paling signifikan dari bencana, dengan banyak kampung sempat terputus aksesnya setelah jalan dan jembatan penghubung rusak berat. Proses penyaluran logistik ke Pining umumnya dilakukan dalam beberapa tahap, didukung keberadaan alat berat dan pengangkutan manual oleh tim relawan dan petugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Pining, kecamatan lain dengan alokasi besar di antaranya Putri Betung sebanyak 27.306 kilogram, Pantan Cuaca 25.933 kilogram, Dabun Gelang 21.463 kilogram, Rikit Gaib 21.302 kilogram, dan Tripejaya sebesar 21.156 kilogram. Sementara itu, Kecamatan Blangkejeren, yang merupakan pusat pemerintahan dan relatif lebih mudah dijangkau, menerima 16.908 kilogram beras.

Di sisi lain, sejumlah kecamatan menerima volume bantuan beras yang lebih kecil. Blangjerango tercatat memperoleh 1.570 kilogram, Terangun 885 kilogram, Kutapanjang 305 kilogram, dan Blangpegayon hanya 175 kilogram. BPBD menyatakan bahwa perbedaan alokasi ini sepenuhnya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kondisi medan di masing-masing wilayah, bukan berdasarkan pertimbangan administratif atau kepentingan tertentu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gayo Lues, Mhd. Saleh, menyampaikan bahwa distribusi bantuan terus mengalami evaluasi harian. Ia menjelaskan bahwa tim distribusi masih menghadapi berbagai tantangan lapangan yang menyulitkan akses menuju wilayah terdampak, termasuk badan jalan yang tergerus aliran sungai dan jembatan yang belum berfungsi optimal. Beberapa titik distribusi hanya bisa dilalui dengan kendaraan khusus atau bahkan harus ditempuh secara manual oleh relawan.

Selain beras, bantuan logistik lainnya juga disalurkan, mencakup mie instan, minyak goreng, air mineral, gula pasir, lauk siap saji, serta bantuan paket sembako dari instansi pusat dan lembaga sosial. Peralatan kebersihan, pakaian layak pakai, tenda, selimut, serta layanan kesehatan dan suplai obat-obatan turut disalurkan kepada warga terdampak. Kegiatan distribusi melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk unsur TNI, Dinas Kesehatan, dan relawan kemanusiaan, yang berperan mengisi celah layanan dasar di tengah kondisi darurat.

Pembaruan data distribusi logistik dilakukan secara berkala oleh BPBD sebagai bagian dari tanggung jawab akuntabilitas publik. Data ini juga menjadi dasar pengambilan keputusan untuk masa tanggap darurat lanjutan dan perencanaan pemulihan jangka menengah. Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Gayo Lues agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama mengingat wilayah kabupaten tersebut berada di kawasan perbukitan dengan risiko tinggi terhadap tanah longsor dan banjir susulan.

BPBD menekankan bahwa pemulihan tidak semata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuannya menjangkau kelompok terdampak secara tepat sasaran, terutama di wilayah yang masih terisolasi. Keberlanjutan dukungan hingga pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga menjadi tujuan akhir dari seluruh proses penanggulangan bencana yang sedang berlangsung di Gayo Lues. (J.Porang)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB