Penanganan Pascabencana Dipercepat di Wilayah Terdampak Banjir Bandang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 01:49 WIB

50546 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Langkah percepatan penanganan pascabencana mulai dilakukan menyusul banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Aceh, pada akhir November lalu. Kunjungan langsung ke daerah terdampak dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam meninjau kondisi lapangan, memantau penanganan darurat, serta menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan berjalan sesuai kebutuhan.

Titik pertama yang dikunjungi berada di Kabupaten Aceh Tenggara. Rombongan tiba melalui Bandara Alas Leuser dan langsung bergerak menuju beberapa lokasi yang terdampak parah. Di Kecamatan Babussalam, tinjauan dilakukan di Jembatan Mbarung yang terdampak parah akibat terjangan arus deras saat banjir melanda. Kerusakan serupa juga terlihat pada jembatan lain di Kecamatan Badar yang menjadi penghubung penting antarwilayah.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan ini adalah memantau kondisi masyarakat di pengungsian. Posko Pengungsian Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, menjadi salah satu titik yang dikunjungi untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tercukupi. Rombongan berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluhan dan harapan mereka di tengah keterbatasan kondisi darurat. Selain itu, tinjauan juga dilakukan ke Pondok Pesantren Badrul Ulum di Desa Seldok, yang turut terdampak banjir bandang. Sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, sehingga perhatian terhadap sektor ini turut menjadi prioritas dalam upaya pemulihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menyelesaikan kunjungan di Aceh Tenggara, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues. Setibanya di Bandara Blangkejeren, kegiatan serupa dilakukan dengan titik fokus pada kerusakan sektor pertanian di kawasan Debun Gelang. Di Kampung Rerebe dan Kampung Badak, hamparan sawah warga rusak parah akibat banjir yang merendam area pertanian selama berhari-hari. Bencana ini turut menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada hasil pertanian.

Dalam rangkaian kunjungan di dua kabupaten, perhatian difokuskan pada tiga aspek utama: pemenuhan kebutuhan pengungsi, kerusakan infrastruktur, dan dampak terhadap sektor produktif masyarakat. Penanggulangan bencana, disebutkan, tak bisa ditangani secara parsial, melainkan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi tingkat pusat yang memiliki kewenangan teknis.

Komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan disampaikan di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat di lokasi. Pendataan menyeluruh atas kerusakan masih berlangsung dan menjadi dasar bagi penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Upaya tersebut tidak hanya menyasar pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim. Kunjungan langsung ke daerah terdampak diharapkan membangun pendekatan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terdampak sekaligus meningkatkan perencanaan jangka panjang dalam mitigasi risiko bencana.

Pemantauan lapangan di tengah masa darurat menjadi langkah awal dari keberlanjutan kerja penanganan pascabencana. Dalam kondisi seperti sekarang, kehadiran langsung di tengah warga tidak hanya memberikan kepastian tindakan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masa pemulihan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan sigap dan tuntas.

Berita Terkait

Kadis Damkar Gayo Lues Turun ke Permukiman Warga, Petakan Titik Rawan dan Hambatan Penanganan Kebakaran
Polres Gayo Lues Berikan Pelayanan Cepat Pasca Meluapnya Sungai dan Putusnya Jembatan Aih Bobo
Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Cuaca Tak Menentu, BPBD Gayo Lues Imbau Warga Waspadai Banjir dan Longsor
Konferensi PGRI Cabang Pining Berjalan Sukses, Agustiandi Terpilih sebagai Ketua Baru
Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues
PT HK Bekerja Sepanjang Malam Tangani Longsor di Tetumpun, Warga Gayo Lues Diminta Waspada Saat Melintas
PT HK Bekerja Sepanjang Malam Tangani Longsor di Tetumpun, Warga Gayo Lues Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:48 WIB

Bangkai Keadilan di Tanah Sendiri: PT LNK Masih Dibiarkan, Aparat Tak Netral, Mafia Tanah Harus Disapu Tuntas

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:26 WIB

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih Ditangkap Polisi di Bandung Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 00:48 WIB

DPRD Langkat Tantang PT LNK Tunjukkan HGU, Keluarga Sembiring Klaim Miliki Bukti Sah Penguasaan Lahan Sejak Lama

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:54 WIB

Empat Tersangka Penganiayaan Tiga Pekerja Migran Indonesia di Johor Ditahan Polisi Malaysia

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:43 WIB

Dikejar TNI AL di Laut, Nelayan Kurir Narkoba Ditangkap di Karimun

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:29 WIB

Prof Dr Nasomal: “Pak Kapolri, Galian Pasir Tidak Berizin Di Bintan Merusak Ekosistem Alam. Pelakunya Tidak Pernah Ditangkap. Di Mana Polisi?”

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Berita Terbaru