slot preparation.lsrs.lu

Petani di Kecamatan Dabun Gelang Harap Pemulihan Sawah Pascabanjir Dipercepat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:27 WIB

50597 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN — Warga Kampung Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, mengharapkan perhatian serius dari pemerintah untuk memulihkan lahan persawahan mereka yang rusak parah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Banjir besar itu tidak hanya menghanyutkan sebagian areal pertanian, tetapi juga meninggalkan endapan lumpur dan tumpukan kayu yang membuat sebagian sawah tak lagi bisa dikenali.

Kepala Desa Rerebe, Taher, mengungkapkan bahwa lebih dari 95 persen lahan persawahan warga mengalami kerusakan berat. Ketebalan lumpur yang menimbun sawah mencapai 40 hingga 50 sentimeter. Bahkan, sejumlah sawah berubah menjadi genangan yang menyerupai danau, sementara sebagian lainnya tertutup tumpukan kayu layaknya gundukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita lihat sekarang, sawah-sawah ini sudah tidak kelihatan bentuknya. Ada yang seperti lapangan bola, ada yang seperti kolam, dan ada juga yang seperti gunung kecil karena dipenuhi kayu,” ujar Taher, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, dampak dari kerusakan ini sangat mengancam penghidupan masyarakat karena mayoritas warga Kampung Rerebe bekerja sebagai petani. Dengan kondisi sawah yang tertimbun lumpur dan saluran irigasi yang rusak, para petani tidak bisa melanjutkan aktivitas bertani seperti biasa.

“Kami di sini petani. Kalau sawah tidak berproduksi, maka kami kehilangan sumber ekonomi dan pangan. Sekarang sudah bisa dipastikan, tahun ini akan mengalami gagal panen,” tambahnya.

Taher juga mengatakan bahwa tim dari Dinas Pertanian sudah turun melakukan peninjauan ke lokasi dan menjanjikan penanganan, termasuk pengangkutan lumpur dari lahan pertanian. Namun ia berharap tindak lanjut dari pemerintah tidak terlalu lama, mengingat kerusakan lahan ini sangat berdampak pada ketahanan pangan warga di tingkat lokal.

“Petani tidak bisa dipaksakan menanam di atas tanah berlumpur seperti ini. Saluran air juga sudah rusak. Air tidak bisa dialirkan ke sawah. Jadi perlu upaya dari pemerintah untuk normalisasi lahan dan perbaikan irigasi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tidak tinggal diam. Warga terus bergotong royong setiap hari membersihkan lahan secara manual. Namun, kondisi kerusakan saat ini membutuhkan bantuan alat berat agar proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Saya selalu tekankan kepada warga untuk tidak mengandalkan bantuan sepenuhnya. Apa yang bisa dikerjakan, kita kerjakan bersama. Tapi kalau untuk lumpur setebal ini, harus ada alat berat. Tidak mungkin kami sanggup kerjakan sendiri,” tegasnya.

Pemulihan lahan pertanian di Kecamatan Dabun Gelang menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi pascabencana di Gayo Lues. Selain menjadi sumber penghasilan utama, sawah juga menjadi tumpuan ketahanan pangan lokal yang perlu segera dipulihkan agar tidak terjadi krisis berkepanjangan di tengah masyarakat pedesaan.

Warga berharap pemerintah memberikan prioritas pada sektor pertanian sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan yang terdampak langsung bencana. Sebagaimana ditegaskan Kepala Desa Rerebe, ketahanan ekonomi warga sangat bergantung pada pemulihan sawah-sawah yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan mereka. (AMJ)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB