slot preparation.lsrs.lu

Ribuan Hektar Sawah Rusak, Fasilitas Pendidikan Lumpuh, Ratusan Warga Masih Terisolasi Pascabencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 01:32 WIB

50430 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Meski waktu telah berlalu hampir satu bulan sejak bencana hidrometeorologi menghantam Gayo Lues, Aceh, dampaknya masih terasa kuat di berbagai sektor. Foto udara menunjukkan hamparan persawahan yang tertimbun lumpur di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, salah satu wilayah terdampak paling parah. Warga masih bergelut memulihkan kehidupan, di tengah keterbatasan akses dan minimnya infrastuktur darurat.

Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh, sedikitnya **1.866 hektar lahan sawah di 11 kecamatan** mengalami kerusakan. Sebagian besar terlihat mengering, tertimbun lumpur, dan belum bisa digarap kembali oleh petani. Desa Pasir, yang berada di aliran sungai dan lereng perbukitan, termasuk salah satu wilayah yang sawahnya rusak parah.

“Sudah hampir sebulan kami hanya bisa melihat sawah kami seperti ini. Tidak bisa ditanam, tidak tahu kapan kembali pulih,” ungkap seorang warga kepada tim relawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya sektor pertanian yang lumpuh, sektor pendidikan pun turut terdampak. Di tengah bangunan **Sekolah Dasar Negeri 3 Tripe Jaya** yang rusak, masih terlihat **poster Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka**, serta gambar burung garuda yang tertempel di dinding ruang kelas yang kini tertutup lumpur.

Data dari Posko Tanggap Darurat mencatat, **enam fasilitas pendidikan** di beberapa kecamatan mengalami kerusakan bervariasi — mulai dari rusak ringan hingga tak dapat difungsikan sama sekali. Beberapa sekolah masih tertimbun material lumpur, peralatan belajar mengajar hilang, dan akses ke sekolah masih sulit dilalui.

Di sisi lain, akses wilayah juga belum sepenuhnya pulih. Sebanyak **303 kepala keluarga di Desa Pasir masih terisolir** karena **putusnya jembatan penghubung utama**. Dalam kondisi terbatas, warga terpaksa melintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan **jembatan tali darurat**, sebagai satu-satunya jalur keluar masuk desa menuju Desa Uyem Beriring.

Jembatan tersebut menggantung di atas derasnya aliran sungai. Tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian, jalur ini menjadi satu-satunya akses warga dalam memperoleh bantuan logistik dan layanan kesehatan.

Situasi ini menggambarkan bahwa pemulihan yang dibutuhkan warga Gayo Lues tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas pendidikan, pertanian, dan keamanan warga yang masih berada di zona rentan.

Pemerintah pusat telah menyampaikan komitmen untuk melakukan percepatan rehabilitasi. Namun, hingga saat ini koordinasi dan logistik masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah dengan akses terbatas seperti Kecamatan Tripe Jaya.

Sejumlah lembaga kemanusiaan telah mendistribusikan bantuan darurat, namun tidak semua warga dapat menjangkaunya secara rutin. Proses evakuasi dan pengiriman logistik masih mengandalkan perjalanan darat panjang dan melintasi medan berat pascabencana.

Dengan potensi bencana susulan dan kondisi cuaca yang belum stabil, perhatian lebih terhadap percepatan pembangunan kembali infrastruktur dasar menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap, pemerintah daerah dan pusat bergerak cepat agar roda kehidupan dapat kembali berjalan.

Kehilangan akses ke lahan pertanian, berhentinya aktivitas belajar mengajar, serta keterisolasian warga menggambarkan bahwa Gayo Lues belum benar-benar keluar dari situasi darurat. Mereka butuh lebih dari sekadar bantuan sesaat — mereka membutuhkan strategi pemulihan jangka panjang yang menyentuh akar kebutuhan masyarakat. (Red)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB