slot preparation.lsrs.lu

Warga Pining Terisolasi Pascabencana, Akses Tertutup Total, Ancaman Kelaparan Menghantui

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:14 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES|  Kondisi darurat masih berlangsung di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah hampir dua pekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Akibat putusnya akses jalan utama, ribuan warga terancam mengalami kelangkaan bahan pangan dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar lainnya. Hingga Jumat (12/12/2025), belum ada kendaraan, bahkan sepeda motor, yang dapat menjangkau wilayah ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa jalan yang menghubungkan Pining dengan pusat pemerintahan Kabupaten Gayo Lues di Blangkejeren rusak parah, tertimbun longsoran besar yang membawa material tanah, batu, dan pohon berukuran besar. Ruas jalan yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses darat kini tertutup total, menyebabkan isolasi penuh terhadap desa-desa di sekitarnya.

“Jangankan mobil, sepeda motor saja tidak bisa lewat. Warga terpaksa jalan kaki puluhan kilometer kalau ingin keluar dari desa,” kata Danramil Pining, Lettu Inf Yusuf, dikutip dari iNews.id, Jumat (12/12/2025). Ia menambahkan bahwa sebagian warga harus menempuh perjalanan sejauh 36 kilometer menuju Blangkejeren dengan berjalan kaki melintasi jalur pegunungan yang curam dan licin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak bencana terjadi, bantuan logistik dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan sulit menjangkau lokasi. Jalur darat yang menjadi tumpuan utama distribusi bantuan masih belum bisa dilalui. Sementara itu, bantuan melalui jalur udara sudah mulai dilakukan, meski masih terbatas jumlahnya karena faktor cuaca yang kerap berubah dan minimnya titik pendaratan yang memadai untuk helikopter pengangkut logistik.

Warga Pining kini menghadapi tantangan berat, bukan hanya dalam hal pangan yang mulai menipis, tetapi juga dalam mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan darurat lainnya. Tidak adanya jalur transportasi membuat kondisi menjadi semakin kritis. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak.

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri telah mulai melakukan upaya pembukaan akses jalan dengan mengerahkan alat berat. Meski demikian, prosesnya berjalan lambat karena tingkat kemiringan tebing yang tinggi dan potensi longsor susulan yang masih mengancam keselamatan tim di lapangan. Di beberapa titik, jalan raya tak hanya tertutup material longsor, tetapi juga terputus total akibat badan jalan amblas.

“Kami sudah berupaya membuka jalur bersama tim gabungan, namun kontur tebing yang labil menjadi kendala utama. Setiap hari ada risiko longsor susulan,” ujar Lettu Yusuf, dikutip dari iNews.id.

Hingga Jumat siang, progres pembukaan akses jalan dari arah Blangkejeren menuju Pining belum menunjukkan perkembangan signifikan. Banyak titik yang masih tertutup dan belum bisa dijangkau alat berat karena medan yang sangat sulit. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus berusaha mempercepat penanganan, namun cuaca, kondisi geografis, dan keterbatasan peralatan membuat upaya ini tidak berjalan semulus harapan.

Situasi darurat ini menyoroti kembali pentingnya infrastruktur tangguh dan sistem distribusi logistik darurat yang memadai untuk wilayah rawan bencana. Hingga bantuan bisa masuk secara merata, warga Pining masih harus bersandar pada upaya mandiri dan pasokan terbatas yang sudah mulai menipis. Pemerintah didorong untuk segera membentuk jalur bantuan alternatif dan membuka jalur darurat guna menjangkau warga yang masih terisolasi. (*)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB