slot preparation.lsrs.lu

Fasilitas Kesehatan di Wilayah Terdampak Bencana Belum Pulih, Irmawan Desak Pemerintah Segera Kirim Bantuan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 23:51 WIB

50439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYOLUES |  Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Aceh, Irmawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap lambatnya pemulihan layanan di sejumlah fasilitas kesehatan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Salah satu rumah sakit yang masih belum kembali beroperasi secara optimal adalah RSU Muhammad Ali Kasim di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terendam lumpur dan banjir.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat bencana. Pelayanan kesehatan di RSU Muhammad Ali Kasim belum maksimal karena banyak area yang masih tertutup lumpur tebal. Obat-obatan rusak, alat kesehatan terendam lumpur, dan tenaga kesehatan kewalahan. Pemerintah perlu segera mengirim bantuan, mulai dari obat-obatan, tenaga medis tambahan, hingga tim pembersih untuk percepatan pemulihan rumah sakit,” ujar Irmawan, Senin (8/12/2025).

Ia menekankan bahwa rumah sakit merupakan infrastruktur kunci dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih di tengah situasi darurat bencana. Ketika rumah sakit lumpuh, kata Irmawan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga terhenti, padahal kebutuhan perawatan justru meningkat pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai perbandingan, ia menyebut layanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang sempat lumpuh total akibat banjir bandang serupa, namun kini telah berangsur kembali normal, termasuk unit gawat darurat dan instalasi farmasi. Hal ini, menurut Irmawan, seharusnya menjadi model pemulihan yang dapat diterapkan di rumah sakit-rumah sakit lain yang terdampak.

Laporan terkini dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Senin (8/12/2025) mencatat sedikitnya 199 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana. Dalam laporan yang sama, tercatat 929 korban jiwa, 274 orang masih hilang, dan sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka, yang mayoritas membutuhkan perawatan segera di fasilitas kesehatan.

“Ribuan korban luka sangat membutuhkan bantuan. Kebutuhan infus, perban, tempat tidur pasien, hingga alat medis dasar sangat mendesak untuk segera didistribusikan ke wilayah terdampak,” papar Irmawan.

Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya pasokan air bersih di fasilitas kesehatan. Ketiadaan air bersih, kata dia, tidak hanya menghambat pelayanan medis, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran infeksi. Proses sterilisasi alat kesehatan, perawatan luka, sanitasi ruang rawat, hingga kebersihan diri tenaga medis sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.

“Air bersih adalah bagian tak terpisahkan dari layanan medis. Tanpanya, risiko infeksi di rumah sakit akan meningkat, terutama bagi pasien luka-luka akibat banjir dan longsor. Pemerintah harus segera pastikan suplai air bersih darurat melalui mobil tangki atau sistem distribusi sementara,” ujarnya.

Irmawan juga mengingatkan bahwa masyarakat di wilayah terdampak sangat rentan terserang penyakit pascabencana, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, dan infeksi lainnya. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk melakukan penanganan kesehatan secara holistik serta memberikan dukungan maksimal kepada tenaga medis di lapangan.

Menurutnya, tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pemulihan pascabencana, namun mereka juga merupakan kelompok yang terdampak. Ia menilai perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak boleh diabaikan, mengingat beban kerja mereka yang meningkat di tengah kondisi serba terbatas.

“Mereka juga korban. Mereka kelelahan, dan dalam keterbatasan masih terus melayani masyarakat. Pemerintah perlu memastikan tenaga medis bekerja dalam kondisi layak, termasuk akses terhadap peralatan yang memadai, makanan bergizi, serta kebutuhan dasar lainnya,” imbuhnya.

Irmawan berharap pemerintah pusat dan daerah segera menetapkan pemulihan layanan kesehatan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, sehingga masyarakat terdampak banjir dan longsor bisa mendapatkan layanan medis secara cepat, aman, dan manusiawi. (*)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB