slot preparation.lsrs.lu

Bupati Gayo Lues Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Dorong Kemandirian Keluarga dan Ekonomi Warga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:32 WIB

50416 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menyatakan persetujuan dan dukungannya terhadap gagasan yang disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Gayo Lues mengenai pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut terbukti tidak hanya bermanfaat dalam pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu hamil serta ketahanan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput.

Suhaidi melihat MBG sebagai terobosan yang mampu menjawab kebutuhan gizi keluarga sekaligus memiliki potensi untuk memperkuat perekonomian lokal. Ia menekankan bahwa keberlangsungan program ini harus disertai dengan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar sebagai program bantuan konsumtif. “Makan Bergizi Gratis ini sangat membantu pemenuhan gizi, bukan hanya untuk anak-anak di sekolah, tapi juga menjadi perhatian bagi ibu hamil dan keluarga prasejahtera,” kata Suhaidi, Jumat (25/10/2025).

Untuk memperkuat aspek kemandirian, Bupati mendorong agar setiap keluarga mulai memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal, antara lain untuk menanam sayur mayur, bumbu dapur, maupun melakukan beternak unggas dalam skala kecil. Budidaya sederhana tersebut diyakini dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga. “Kita ingin keluarga tidak bergantung sepenuhnya pada pasar. Dari pekarangan rumah, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan harian, dan tentu ini sangat mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan teknis program MBG, Suhaidi juga memberi penekanan khusus pada prinsip pemberdayaan ekonomi lokal. Ia meminta agar setiap pengelola dapur program MBG membeli bahan pangan langsung dari warga sekitar dan pasar terdekat. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar manfaat ekonomi dari program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lingkungan pelaksanaan. “Bahan dapur MBG harus dibeli dari warga di lingkungan tersebut, supaya masyarakat juga ikut berdaya. Kalau bahan tidak tersedia, barulah beralih ke pajak Blang Kejeren. Dengan begitu, perputaran ekonomi lebih terasa di tingkat lokal,” ungkapnya.

Ia meyakini bahwa jika program MBG dijalankan secara konsisten dengan prinsip pemberdayaan dan gotong royong, manfaat yang lahir tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi semata, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi warga. Menurutnya, MBG memiliki potensi untuk menjadi instrumen kebijakan kesejahteraan yang mempertemukan kepentingan sosial dan ekonomi dalam satu gerakan bersama.

“Kalau hal ini bisa kita jaga dan laksanakan dengan baik, bukan hanya gizi anak yang terpenuhi, tapi ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Dari dapur sekolah, manfaatnya bisa sampai ke pembudidaya cabai, peternak ayam, hingga pedagang bumbu dapur di kampung,” pungkas Suhaidi.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Di Gayo Lues, program tersebut telah menjadi perhatian khusus dari TP-PKK yang aktif melakukan sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan gaya hidup sehat di kalangan keluarga serta komunitas sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi perempuan seperti PKK menjadi kunci keberhasilan program yang menyasar langsung kehidupan dasar masyarakat ini.

Dukungan dari kepala daerah seperti disampaikan Bupati Suhaidi mempertegas arah pembangunan Gayo Lues yang berorientasi pada partisipasi masyarakat, keberlanjutan program, serta penguatan ekonomi lokal berbasis keluarga.

(Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru