slot preparation.lsrs.lu

Pacuan Kuda Menyatukan Serumpun Dataran Tinggi Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:48 WIB

50865 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues Baranewsaceh.co |  Gayo Lues tampak hidup lebih dari biasanya. Sabtu siang, Stadion Buntul Nege berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru dataran tinggi Gayo memadati arena pacuan kuda dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Sorak sorai, bau rerumputan, debu, dan teriakan pelatih kuda yang saling bersahutan menjadi satu irama yang akrab di telinga masyarakat Gayo.

Di tribun, tempat duduk nyaris tak bersisa. Mereka yang tak kebagian tempat memilih berdiri di sisi pagar arena. Sementara itu, di tengah lapangan, pedagang musiman memenuhi ruang kosong. Tenda-tenda sederhana berdiri saling berdekatan, menawarkan segala rupa: dari topi, syal, minuman segar, hingga kopi Gayo yang harum menggoda. Tidak lupa penganan tradisional dan jajanan rumahan UMKM setempat menambah suasana seperti pesta rakyat.

“Pacuan kuda bukan sekadar lomba,” ujar seorang warga tua sambil memandang arena dengan mata berbinar. “Ini adalah darah dan napas orang Gayo.”Ucapannya tidak berlebihan. Pacuan kuda telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat dataran tinggi ini—tradisi yang diwariskan turun-temurun, dirawat sebagai kebanggaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara kerumunan, tampak Bupati Gayo Lues, H. Suhidi, S.Pd., M.Si., hadir bersama sejumlah pejabat daerah. Mereka menyapa masyarakat, berbincang, dan sesekali ikut bertepuk tangan ketika kuda-kuda terbaik melesat menembus garis akhir.

Babak semifinal kali ini menjadi magnet besar, namun puncak sesungguhnya baru akan digelar Minggu, 26 Oktober 2025. Pada partai final nanti, rencananya tiga kepala daerah dari kabupaten serumpun—Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues—akan hadir. Kehadiran mereka dianggap memiliki makna simbolik: Pacuan kuda bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga perekat persaudaraan antarwilayah Gayo.

Lebih dari itu, arena ini bukan sekadar tempat pertandingan. Ia adalah ruang silaturahmi, temu kangen, bahkan perayaan identitas bersama. Di sini, orang-orang melepas rindu, bertemu saudara jauh, berkumpul dalam suasana yang hangat dan ramai.

Ketika matahari perlahan turun dan angin pegunungan mulai menyejuk, ribuan pasang mata masih tertuju ke arena. Sorakan belum berhenti. Jantung masih berdebar mengikuti setiap langkah kuda yang berlari kencang di lintasan tanah yang telah dihormati sejak lama.

Pacuan kuda di Buntul Nege bukan hanya tontonan. Ia adalah cerita tentang kebanggaan, kebersamaan, dan warisan budaya yang tidak lekang oleh waktu. (Dani)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terbaru