slot preparation.lsrs.lu

Irmawan: Pacuan Kuda Adalah Warisan Budaya Gayo yang Harus Dilestarikan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:02 WIB

50678 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Anggota DPR RI, Irmawan, menyerukan pentingnya pelestarian tradisi pacuan kuda di Gayo Lues sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Gayo. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan pacuan kuda tradisional di Stadion Pacuan Kuda Buntul Nege, Selasa (21/10/2025).

Dalam pernyataannya, Irmawan menegaskan bahwa pacuan kuda bukan sekadar ajang hiburan atau olahraga rakyat, melainkan representasi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gayo sejak lama.

“Selain tari Saman dan tari Bines yang telah dikenal luas, pacuan kuda juga merupakan tradisi khas masyarakat Gayo yang memiliki nilai budaya tinggi, sehingga harus dilestarikan,” ujar Irmawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan pentingnya kehadiran dan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi lokal, termasuk pacuan kuda. Menurutnya, jika tidak ada dukungan konkret dari pemerintah setempat, kegiatan budaya semacam ini dikhawatirkan akan perlahan menghilang dari perhatian generasi masa depan.

“Jika Pemkab tidak hadir, saya khawatir tradisi pacuan kuda ini akan hilang. Saya juga khawatir, stadion ini suatu hari nanti hanya akan menjadi saksi bahwa pacuan kuda pernah ada, sementara tradisinya sendiri telah lenyap,” ucapnya.

Irmawan juga menyoroti pentingnya menjaga kemurnian kegiatan dari praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama, seperti perjudian. Ia secara tegas mengimbau agar pihak keamanan benar-benar mengawasi jalannya pelaksanaan kegiatan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita hindari hal-hal yang dilarang agama, khususnya praktik perjudian. Saya meminta kepada petugas keamanan dan panitia agar betul-betul menjaga suasana acara tetap kondusif serta sesuai dengan nilai-nilai budaya yang kita junjung tinggi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bekerja sama dalam upaya pelestarian budaya lokal. Menurut Irmawan, dukungan terhadap tradisi pacuan kuda adalah bagian dari komitmen untuk menjaga warisan leluhur yang telah membentuk jati diri masyarakat Gayo.

“Kita semua bertanggung jawab menjaga budaya ini agar tetap hidup. Dukungannya bisa dalam bentuk kehadiran, partisipasi, maupun upaya nyata pemerintah dalam membina dan memfasilitasi kegiatan budaya daerah,” pungkasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Irmawan sekali lagi menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif dalam menjaga jati diri dan kekayaan khasanah lokal warisan nenek moyang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru