Blangkejeren, Baranews — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gayo Lues menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ke-III tahun 2025 di Bale Musara, Pendopo Bupati Gayo Lues, Rabu (6/8/2025). Acara yang mengusung tema “Bersama Melanjutkan Prestasi yang Telah Diraih” ini menjadi forum penting untuk merumuskan arah pembinaan atlet dan penguatan organisasi olahraga daerah, dengan tujuan mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
Plt Ketua KONI Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, ST, menegaskan bahwa pencapaian olahraga daerah selama ini patut disyukuri. Pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2022, Gayo Lues berhasil menempati peringkat 10 besar peraih medali terbanyak. Selain itu, sejumlah atlet daerah juga terpilih memperkuat kontingen Aceh di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut lalu, sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah dengan sumber daya terbatas.
“Kita sangat mengapresiasi para atlet yang berjuang mengharumkan nama daerah. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan semangat kolaborasi semua pihak. Namun, kita tidak boleh cepat puas. Ke depan tantangan semakin besar, sehingga kita harus adaptif, profesional, dan inovatif dalam pembinaan dan manajemen olahraga,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum III Bidang KONI Aceh, Muhammad Saleh, SE, MM, mengingatkan bahwa PON 2028 di Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat akan menjadi ujian berat. Aceh menargetkan mempertahankan perolehan medali emas yang diraih pada PON 2024, dan Gayo Lues diharapkan kembali menjadi salah satu penyumbang atlet unggulan. Dari 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sekitar 15 di antaranya adalah cabang yang sebelumnya menyumbang medali emas untuk Aceh. Ia juga mengungkapkan bahwa pada Oktober mendatang akan digelar PON khusus untuk 10 cabang olahraga bela diri, yang berpotensi menjadi ajang uji coba kekuatan atlet.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pembinaan. Asisten Administrasi Umum Setdakab Gayo Lues, Amrin, ST, MM, memastikan Pemda akan terus mendorong pembinaan dan pengembangan olahraga. Meski demikian, ia menekankan pentingnya transparansi dan kerja sama yang erat antara KONI, cabang olahraga, serta pemerintah dalam mengelola program dan anggaran.
Musorkab ke-III ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya mempertahankan prestasi yang telah diraih, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet baru yang siap bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak dan semangat kolektif yang diusung, Gayo Lues menatap masa depan olahraga daerah dengan optimisme tinggi. (Abdiansyah)








































