slot preparation.lsrs.lu

Pemkab Gayo Lues dan KFW Jerman Bahas Evaluasi Program Pelestarian Ekosistem Leuser

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 16:16 WIB

50644 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Baranews – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menggelar diskusi resmi bersama tim evaluasi dari Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) atau Bank Pembangunan Jerman, Senin (04/08/2025). Pertemuan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues ini membahas secara khusus hasil serta kelanjutan program pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang selama ini didukung Pemerintah Jerman melalui hibah internasional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi proyek konservasi yang dibiayai oleh Pemerintah Jerman, melalui KfW Development Bank. Evaluasi dilakukan guna memastikan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan dana hibah dalam upaya penyelamatan kawasan hutan tropis Leuser yang dikenal sebagai salah satu ekosistem paling penting di dunia.

Senior Portfolio Manager dari Evaluation Department KFW Development Bank, Dr. Jens Drillisch, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk dua tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Pemerintah Jerman, mengingat seluruh pendanaan proyek berasal dari uang pajak masyarakat Jerman. Kedua, untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari lapangan mengenai dampak dan capaian program konservasi yang telah dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Evaluasi ini penting karena kami ingin memastikan bahwa dana publik yang digunakan benar-benar memberikan dampak positif. Tidak hanya untuk wilayah Gayo Lues atau Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat dunia,” ujar Jens dalam sesi diskusi yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lokal.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Ekosistem Leuser memiliki pengaruh besar tidak hanya secara lokal namun juga global. “Meskipun Gayo Lues secara geografis sangat jauh dari Jerman, kami merasa sangat dekat karena kolaborasi yang telah dibangun antara kedua pemerintahan dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati dunia,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Gayo Lues, Asisten Administrasi Umum Setdakab Gayo Lues, Amrin, ST., MM, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kerja sama Pemerintah Jerman melalui KfW dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup di wilayahnya. Ia menyebut kolaborasi lintas negara ini sebagai bukti nyata bahwa konservasi bukanlah sekadar wacana, melainkan aksi konkret yang melibatkan banyak pihak.

“Gayo Lues merupakan salah satu wilayah strategis di kawasan Ekosistem Leuser yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kawasan ini bukan hanya menjadi rumah bagi flora dan fauna langka, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan keseimbangan ekologis bagi masyarakat lokal,” ucap Amrin.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya pelestarian gunung Leuser sebagai salah satu warisan dunia. Evaluasi dari KfW ini, menurutnya, diharapkan bisa menjadi pijakan penting dalam merancang program lanjutan, baik dalam skala nasional maupun internasional.

“Untuk menjaga keberagaman hayati ini, kolaborasi adalah kunci. Kami berharap ke depan akan lebih banyak program yang lahir dari sinergi antara Pemerintah Indonesia dan Jerman, khususnya dalam menjaga Leuser tetap lestari,” imbuhnya.

Pertemuan ini juga menjadi wadah saling tukar informasi antara pihak donor dan penerima manfaat, serta memperkuat hubungan bilateral melalui kerja sama lingkungan yang saling menguntungkan. Proyek-proyek konservasi yang sebelumnya didukung KfW di Gayo Lues telah mencakup perlindungan kawasan hutan, penguatan kapasitas kelembagaan lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi hijau.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap hasil evaluasi ini tidak hanya menjadi laporan akhir, melainkan dasar untuk kolaborasi yang lebih luas, dengan semangat menjaga Leuser bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru