slot preparation.lsrs.lu

Bunda PAUD Gayo Lues Tandatangani Deklarasi Stop Bullying di SD Negeri 1 Blangkejeren, Dorong Sekolah Aman dan Ramah Anak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 18:37 WIB

50684 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Baranews – Suasana halaman SD Negeri 1 Blangkejeren, Selasa pagi (29/07/2025), berbeda dari biasanya. Alunan syair didong menggema, menyambut kedatangan Bunda PAUD Kabupaten Gayo Lues, Rita Elviani, yang hadir untuk membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus menandatangani deklarasi stop bullying di lingkungan sekolah tersebut.

Kehadiran Bunda PAUD tak sendiri. Ia didampingi oleh Ketua Pokja Bunda PAUD, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kabid PAUD dan PNF, para pengawas sekolah, serta sejumlah tokoh pendidikan lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa isu perundungan (bullying) bukan lagi dianggap persoalan kecil, melainkan masalah serius yang menyentuh langsung proses tumbuh-kembang anak.

Kegiatan MPLS diawali dengan penyambutan secara adat, ditandai dengan penampilan didong—tradisi sastra lisan Gayo yang sarat makna. Usai itu, dua siswa baru menjalani prosesi pesejuk, atau penyambutan simbolis dalam budaya Gayo, yang mencerminkan harapan agar anak-anak dapat belajar dengan hati tenang dan lingkungan yang menerima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang paling menonjol dari kunjungan ini adalah penandatanganan deklarasi stop bullying. Sebuah dokumen yang dibacakan dan ditandatangani bersama antara pihak sekolah, pemerintah, dan Bunda PAUD. Isinya jelas: menolak segala bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun digital di lingkungan sekolah.

Deklarasi tersebut mencakup larangan terhadap tindakan pemukulan, mencubit, menendang, menampar, serta bentuk pelecehan lainnya. Tak hanya itu, siswa juga diingatkan untuk tidak merendahkan teman lewat kata-kata kasar, ejekan atas kondisi fisik, atau menyebarkan penghinaan melalui media sosial—salah satu bentuk perundungan modern yang kini kian marak di kalangan pelajar.

Menurut Bunda PAUD Rita Elviani, sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak. “Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar dan bertumbuh, bukan untuk takut. Dengan deklarasi ini, kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang merasa sendirian di ruang kelas atau halaman sekolahnya,” katanya usai penandatanganan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd., M.M., dalam pesannya kepada para murid, menekankan pentingnya hubungan kekeluargaan antar siswa. Ia meminta para murid yang sudah lebih dulu bersekolah agar menyambut adik kelas dengan tangan terbuka, bukan tekanan atau intimidasi. “Kita semua satu keluarga di sini. Keluarga besar SD Negeri 1 Blangkejeren,” ujarnya.

Kegiatan ini menandai babak baru dalam upaya mendorong sekolah ramah anak di Gayo Lues. Tidak cukup hanya dengan kurikulum akademik, pendidikan juga membutuhkan komitmen nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, toleransi, dan saling menjaga.

Penandatanganan deklarasi ini hanyalah permulaan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memastikan seluruh isi sekolah, dari guru hingga murid, betul-betul menjalani nilai-nilai itu dalam praktik harian. Karena pada akhirnya, pendidikan yang berhasil bukan hanya mencetak anak yang pandai menghitung atau membaca, tapi juga anak-anak yang bisa hidup bersama, tanpa saling menyakiti. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru