slot preparation.lsrs.lu

Desa Bener Dicanangkan Sebagai Desa Cinta Statistik, Gayo Lues Dorong Penguatan Data sebagai Fondasi Pembangunan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 04:05 WIB

501,101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren  — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mencanangkan Desa Bener, Kecamatan Kuta Panjang, sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025. Pencanangan tersebut ditandai dengan penyerahan piagam secara langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., kepada Kepala Desa Bener dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Setdakab, Jumat (18/7/2025).

Penetapan Desa Cinta Statistik menjadi salah satu bentuk konkret Pemerintah Daerah dalam mendorong penguatan tata kelola data di tingkat desa. Melalui program ini, desa-desa diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan data statistik secara sistematis, akurat, dan berkesinambungan untuk mendukung arah kebijakan pembangunan yang lebih terukur.

Pencanangan ini dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Statistik Sektoral, Daerah dalam Angka, dan Standar Pelayanan Publik Tahun 2025, yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, H. Jata, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan pentingnya membangun kesadaran kolektif akan nilai data di era digital yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap detik kita menghasilkan data lebih banyak daripada yang bisa kita bayangkan. Data tentang apa yang kita cari, kita beli, bahkan setiap guliran layar di ponsel adalah data. Data mengelilingi kita setiap saat, dan itu adalah kenyataan,” ujar Jata saat membacakan sambutan Bupati Gayo Lues.

Menurutnya, data tidak lagi menjadi pelengkap administrasi, melainkan telah menjelma sebagai elemen kunci dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk di tingkat desa.

“Setiap perencanaan pembangunan harus berbasis data. Setiap kegiatan harus dapat dipantau perkembangannya melalui indikator yang terukur. Tanpa data, arah pembangunan akan sulit dikendalikan,” tambahnya.

FGD ini menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta Badan Pusat Statistik (BPS) Gayo Lues. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghasilkan dan menggunakan data sektoral, termasuk data pertanian, harga kebutuhan pokok, hingga indikator pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Sekda juga menyinggung perlunya memperkuat pondasi statistik daerah melalui peran aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyediakan dan memelihara data yang relevan. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun sistem data yang terbuka, terencana, dan mudah diakses.

“Penguatan data bukan semata kewajiban teknis. Ia menjadi landasan moral dalam melayani masyarakat. Karena dari data yang valid, kita bisa memastikan bahwa setiap rupiah anggaran membawa dampak, dan setiap program menjangkau yang membutuhkan,” ujarnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada sejumlah perangkat daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam pengelolaan data, serta piagam pencanangan kepada Kepala Desa Bener sebagai pelopor Desa Cinta Statistik.

Dalam pernyataannya, Bupati Suhaidi menyampaikan harapannya agar inisiatif ini menjadi titik awal bagi seluruh desa di Gayo Lues untuk membangun kapasitas statistik secara mandiri.

“Desa adalah pondasi dari pembangunan nasional. Jika desa-desa mampu menyusun arah kebijakan berbasis data, maka proses pembangunan akan lebih akurat, adil, dan berkelanjutan,” kata Suhaidi.

Program Desa Cinta Statistik merupakan bagian dari agenda nasional yang diinisiasi Badan Pusat Statistik RI untuk mendorong desa-desa agar berdaya secara statistik. Melalui program ini, perangkat desa diberi pelatihan dan pendampingan dalam hal pengumpulan, pengolahan, serta pemanfaatan data sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan desa.

Dengan pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk menjadikan data bukan sekadar angka, tetapi sebagai fondasi hidup dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berpihak kepada rakyat. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru