slot preparation.lsrs.lu

Yonif TP 855/Raksaka Dharma Ditempatkan di Gayo Lues, Pemerintah Daerah Harapkan Dampak Positif bagi Ketahanan Pangan dan Perekonomian Masyarakat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 03:27 WIB

50735 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Kehadiran personel Yonif TP 855/Raksaka Dharma di Kabupaten Gayo Lues disambut secara resmi melalui upacara penyambutan di Kampung Sangir, Jumat, 18 Juli 2025. Acara tersebut menjadi momen penting yang menandai dimulainya penempatan pasukan lintas sektor dengan misi tidak hanya pertahanan, tetapi juga pembangunan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah dataran tinggi Gayo Lues.

Upacara penyambutan dihadiri langsung oleh Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si, serta unsur Forkopimda dan sejumlah dinas teknis terkait. Di hadapan jajaran personel yang berdiri tegak, Bupati menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas penugasan Yonif TP 855/RD di daerahnya.

“Selamat datang di Kabupaten Gayo Lues. Mudah-mudahan kehadiran Yon TP 855/RD akan membawa dampak positif, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah kami,” ujar Bupati dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor yang terbangun antara unsur militer dan pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi strategis, apalagi mengingat tantangan pembangunan wilayah pegunungan yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan terpadu. Menurutnya, penguatan sektor pangan dan pertanian tidak hanya menjadi prioritas lokal, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi yang berdampak luas hingga ke tingkat provinsi.

“Saya yakin, ketika Gayo Lues ekonominya lebih bagus, tentu ini akan mempengaruhi ekonomi Aceh juga,” tambah Suhaidi dengan nada optimis.

Danyonif TP 855/RD Mayor Inf Irvan Nugraha Rodin, S.IP., M.Tr. (Han), dalam keterangannya menyebutkan bahwa sebanyak 423 personel telah ditugaskan dalam penempatan awal ini, dan jumlah tersebut berpotensi bertambah melalui konsolidasi dengan personel yang sudah berada di bawah komando Kodam Iskandar Muda.

“Tujuan kita bukan hanya untuk menjalankan tugas pertahanan semata, tetapi juga membantu pemerintah daerah, terutama dalam mensejahterakan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan. Harapannya, daerah ini nantinya akan menjadi mandiri dalam hal produksi dan distribusi pangan,” ungkap Mayor Irvan.

Lebih jauh, ia merinci struktur batalyon yang dibentuk bukan hanya terdiri dari kompi-kompi militer konvensional, tetapi juga unit-unit pendukung yang langsung menyentuh kebutuhan sipil. Terdapat sembilan kompi dalam struktur Yonif TP 855/RD, di antaranya tiga kompi senapan, satu kompi markas, satu kompi bantuan, serta lima kompi dengan fungsi khusus: peternakan, pertanian, konstruksi, dan kesehatan.

Komposisi ini menunjukkan bahwa Yonif TP 855/RD bukan sekadar pasukan tempur, tetapi juga satuan multifungsi yang diarahkan mendukung pembangunan masyarakat secara langsung melalui proyek-proyek produktif. Dalam konteks ini, Pemkab Gayo Lues menyatakan kesiapannya untuk bersinergi secara aktif, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar para personel dapat bekerja berdampingan dengan warga dan petani lokal, baik dalam hal transfer teknologi, pembukaan lahan produktif, maupun peningkatan kualitas produksi pertanian dan peternakan.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan Gayo Lues sebagai daerah mandiri pangan dan model ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Melalui keberadaan Yonif TP 855/Raksaka Dharma, Pemkab berharap ada percepatan dalam pembangunan desa-desa terpencil, peningkatan kualitas SDM petani, serta penguatan sistem distribusi hasil pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan latar geografis yang menantang namun kaya potensi alam, Gayo Lues dinilai sebagai lokasi strategis untuk mengembangkan model sinergi antara militer dan sipil dalam konteks pembangunan. Kehadiran batalyon multifungsi ini menjadi simbol bahwa pertahanan dan kesejahteraan kini dapat berjalan seiring, dengan tujuan akhir: mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan ekonomi, dan stabilitas sosial yang lebih kokoh di wilayah pedalaman Aceh. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru