Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Paulus Beri Kuliah Umum di Lemhannas RI: Bahas Geopolitik Menuju Indonesia Emas 2045

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 6 Juli 2025 - 01:29 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Reguler Angkatan LXVIII dan Pendidikan Singkat Angkatan XXV Tahun Anggaran 2025 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Kamis (3/7/2025), di Jakarta.

Dengan mengangkat tema “Arah Kebijakan Geopolitik dan Geostrategis Indonesia Memperkokoh Stabilitas Politik dan Keamanan Indonesia”, Lodewijk menyampaikan pandangan strategis mengenai tantangan dan peluang Indonesia dalam konteks politik dan ekonomi global, serta upaya memperkuat posisi Indonesia dalam kancah geopolitik internasional.

“Para peserta pendidikan Lemhannas, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan ASN, diharapkan mampu menjadi Pimpinan Nasional di masa depan. Materi ini penting sebagai bekal kepemimpinan visioner untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Lodewijk dalam kuliah umum yang disampaikannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki modal strategis yang sangat besar untuk menjadi negara maju, mulai dari kekayaan sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia yang terus meningkat, hingga posisi geografis yang menguntungkan di jalur perdagangan dunia.

Namun demikian, menurut Wamenko Polkam, potensi itu hanya akan menjadi nyata apabila bangsa ini mampu menghadapi dan menjawab tantangan strategis global dan nasional dengan kebijakan yang adaptif dan kepemimpinan yang kuat.

“Seperti yang sering disampaikan oleh Presiden RI, keberhasilan Indonesia untuk menjadi negara maju bergantung pada kemampuan kita menghadapi tantangan-tantangan strategis. Tantangan global seperti konflik geopolitik, krisis energi, dan perubahan iklim, serta tantangan nasional seperti kesenjangan pembangunan, radikalisme, dan korupsi harus menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Dalam paparannya, Lodewijk juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor dan lintas kewenangan diperlukan agar pembangunan nasional berjalan harmonis dan berkelanjutan.

“Pemerintah Pusat sangat berharap kepada para kepala daerah untuk mensinergikan program dan kebijakan strategis dengan Pemerintah Pusat. Ini bukan intervensi terhadap otonomi daerah, melainkan upaya bersama untuk memastikan kesinambungan pembangunan demi visi besar Indonesia Emas 2045,” tambah mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar tersebut.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari rangkaian pendidikan dan pembekalan peserta Lemhannas RI yang dirancang untuk mencetak kader pemimpin bangsa dengan perspektif kebangsaan yang luas, pemahaman strategis yang dalam, serta komitmen terhadap konstitusi dan keutuhan NKRI.

Lodewijk berharap, melalui diskusi dan pendidikan di Lemhannas, para peserta mampu merumuskan pemikiran-pemikiran strategis yang akan memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

“Indonesia membutuhkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas dan berani, tetapi juga memiliki visi geopolitik dan geostrategis yang matang, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi-solusi konstruktif,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru