Takengon (Baranews Aceh) – Sebagai bentuk empati kepada saudara² yang tertimpa musibah bencana, warga kecamatan Jagong Jeget secara spontan melakukan pengumpulan donasi pangan berupa beras, mi instan, minyak goreng, tempe, kerupuk, dan bermacam sayur mayur hasil pertanian setempat.
Sabtu (20/12/2025) dengan mengendarai sekitar 200 sepeda motor, warga dengan sukarela mengantarkan bantuan sembako tersebut kepada para korban bencana di wilayah kecamatan Linge. Dikoordinir oleh ustadz Mahbub Fauzie, ratusan sepeda motor dengan membawa karung² berisi bantuan bahan pangan tersebut berangkat menuju wilayah kecamatan Linge.
Bantuan kemudian didistribusikan mulai dari daerah Arul Item, Isaq, Kemerleng, Pantan Nangka, Linge sampe ke kemukiman Jamat yang merupakan daerah terparah akibat terjangan bencana banjir dan tanah longsor. Meski harus melintasi medan ekstrim yang cukup sulit, namun mereka tetap terlihat bersemangat untuk membantu saudara² mereka yang tertimpa musibah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya kami juga terdampak bencana ini, karena sempat terisolir cukup lama, tapi Alhamdulillah sekarang kami punya sedikit kelapangan rezeki, sehingga bisa sedikit membantu saudara-saudara kami yang kondisinya masih memprihatinkan, terutama di daerah pedalaman kecamatan Linge, kami merasa terpanggil untuk melakukan tugas kemanusiaan ini” ungkap ustadz Ahmad Dardiri, salah seorang tokoh masyarakat di kecamatan Jagong Jeget.

Menjelang sore kemarin, rombongan pengantar bantuan tersebut bisa mencapai kampung Linge dan Wihni Dusun Jamat, mereka langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, meskipun medannya sangat sulit, kami bisa mencapai lokasi tanpa kendala, kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa sedikit meringankan beban saudara – saudara kami di wilayah Linge” ungkap Ustadz Mahbub Fauzie, tokoh masyarakat Jagong Jeget yang juga Kepala KUA kecamatan Atu Lintang.
Mahbub juga menyampaikan rasa terima kasih atas spontanitas dan keikhlasan warga Jagong Jeget untuk membantu saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa musibah. (liputan : Fathan Muhammad Taufiq, Takengon).







































