Tolak Tambang Beutong Ateuh, Mantan Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Cabut Izin

Redaksi

- Redaksi

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:13 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya : Ratusan Masyarakat penolakan tambang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh kembali memanas, setelah warga melakukan pemblokiran jalan menyusul isu adanya kelompok yang disebut akan menggelar aksi penerimaan tambang di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat Beutong Said Alwi dan juga mantan Anggota DPRK Nagan Raya Periode 2019 – 2024, menyampaikan penolakan terhadap rencana dan aktivitas pertambangan di kawasan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dengan tuntutan utama pencabutan izin tiga perusahaan tambang serta penolakan terhadap seluruh bentuk pertambangan di kawasan yang dinilai rawan bencana tersebut. Kata Said Alwi kepada media ini melalui WhatsApp pada hari Kamis 14 /05 2026.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, hutan bukan sekadar kawasan alam yang dapat dieksploitasi. Hutan penyangga kehidupan menjaga sungai tetap mengalir, melindungi tanah dari longsor, menyediakan pangan dan obat- obatan alami, sekaligus menjadi bagian dari identitas dan sejarah masyarakat adat yang diwariskan turun-temurun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan Beutong Ateuh berada dalam lanskap ekologis penting yang terhubung dengan Ekosistem Ulu Masen dan Kawasan Ekosistem Leuser dua benteng terakhir hutan hujan tropis Sumatera yang menjadi habitat satwa kunci seperti gajah sumatera, harimau sumatera, dan berbagai spesies endemik lainnya.

Masyarakat khawatir kehadiran tambang akan mempercepat pembukaan hutan, memperparah degradasi kawasan hulu, mencemari sungai, serta meningkatkan ancaman banjir dan longsor di wilayah permukiman warga setempat.Ucapnya

“Jika tambang dipaksakan masuk ke Beutong Ateuh, ancaman yang muncul bukan hanya deforestasi, tetapi juga krisis air, konflik ruang hidup, hilangnya sumber penghidupan masyarakat, dan meningkatnya risiko bencana ekologis,”

Said Alwi menambahkan, masyarakat selama ini hidup bergantung pada hutan dan sungai yang masih terjaga.

“Kami tidak butuh tambang. Hutan satu-satunya sumber kehidupan kami. Kalau hutan rusak dan sungai tercemar, masyarakatlah yang pertama menjadi korban,” Tegas Said Alwi Mantan Anggota DPRK Nagan Raya.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Beutong masih dibayangi trauma banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Bencana itu merusak rumah warga, menghancurkan kebun masyarakat, dan menyebabkan sungai meluap membawa lumpur dari kawasan hulu,”ujarnya

Menurutnya, bencana tersebut menjadi peringatan nyata bahwa kerusakan bentang alam di kawasan hutan akan langsung berdampak pada keselamatan masyarakat.

“Baru lima bulan lalu masyarakat merasakan banjir bandang,rumah rusak, kebun rusak, sungai meluap. Kami masih berusaha bangkit dari bencana, tetapi sekarang justru muncul lagi izin tambang. Ini sangat menyakiti masyarakat Beutong kami meminta agar tambang Jangan dilakukan lagi,”pinta Said Alwi.

“Kami berharap hutan kami tetap hidup, agar anak cucu kami masih memiliki sungai, udara bersih, dan tanah untuk bertahan hidup,” harap Said Alwi.

Ia meminta Pemerintah Nagan Raya, Pemerintah Aceh serta pemerintah pusat agar jangan tertipu dengan narasi yang dilontarkan dari sekelompok oknum yang menyatakan pihaknya sudah sepakat terkait izin ini.

Kemudian, Said Alwi harapan kepada Bupati Nagan Raya untuk membatalkan ijin tersebut, juga meminta kepada Anggota DPRK Nagan Raya untuk membantu masyarakat Beutong Ateuh Bangalang dalam penolakan.

Dan sebaiknya Pemerintah daerah lebih fokus dulu kepada penangganan paska banjir, baik pembangunan maupun infrastruktur. Tutupnya.(*)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Brimob Batalyon C Pelopor Bekali 230 Santri dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Cinta Tanah Air
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian
BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN Nagan Raya Lewat Program GENCARKAN
Bupati TRK Lantik Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Seluruh SKPK Harus Jalankan Visi-Misi TRK-Sayang
Luar Biasa Bupati TRK Serahkan Bantuan Sarpras Pendidikan dan Syiar Islam kepada 27 Lembaga Keagamaan
Hari Anak Nasional 2026, Salman Ajak Semua Pihak Hadirkan Madrasah Aman dan Ramah Anak

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru