HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:44 WIB

50704 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan agenda strategis yang menentukan arah kepemimpinan, kebijakan akademik, serta keberpihakan universitas terhadap kepentingan sivitas akademika, khususnya mahasiswa. Oleh sebab itu, proses ini seharusnya dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan berlandaskan aspirasi mahasiswa sebagai salah satu unsur utama dalam tata kelola perguruan tinggi.

Namun demikian, hingga saat ini Majelis Wali Amanat (MWA) perwakilan mahasiswa dinilai belum menjalankan fungsi representatifnya secara optimal. Tidak adanya ruang dialog terbuka yang melibatkan fakultas dan organisasi kemahasiswaan (ormawa) USK dalam membahas calon rektor serta kriteria kepemimpinan universitas menunjukkan lemahnya mekanisme penyerapan aspirasi mahasiswa lintas fakultas.

Perlu ditegaskan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) telah mengambil inisiatif dengan memfasilitasi forum dialog yang bertujuan mempertemukan MWA wakil mahasiswa dengan fakultas dan ormawa USK. Forum tersebut dimaksudkan sebagai ruang resmi dan terbuka untuk menyampaikan pandangan, evaluasi, serta aspirasi mahasiswa terkait figur rektor yang layak dan kompeten. Namun sangat disayangkan, MWA wakil mahasiswa tidak menghadiri forum yang telah difasilitasi tersebut. Ketidakhadiran ini menunjukkan sikap yang tidak sejalan dengan semangat partisipasi dan representasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini menimbulkan keprihatinan serius di kalangan mahasiswa. MWA wakil mahasiswa seharusnya berperan sebagai jembatan aspirasi mahasiswa dalam pengambilan keputusan strategis universitas, bukan justru mengambil posisi yang terpisah dari basis mahasiswa yang diwakilinya. Representasi mahasiswa tidak cukup dimaknai secara struktural, melainkan harus diwujudkan melalui keterbukaan, dialog aktif, dan keberanian menyerap kehendak mahasiswa secara menyeluruh.

Mahasiswa menilai bahwa penentuan pilihan rektor tidak boleh dilakukan secara tertutup dan elitis. Rektor USK ke depan harus memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen yang jelas terhadap penguatan akademik, kesejahteraan mahasiswa, dan prinsip demokrasi kampus. Penilaian tersebut tidak mungkin dilakukan secara objektif tanpa mendengar langsung aspirasi mahasiswa dari berbagai fakultas dan ormawa.

Oleh karena itu, *Muhammad Alif Dhiya’ulhaq, selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK)* menyampaikan pernyataan tegas sebagai berikut:*“MWA wakil mahasiswa harus segera membuka dan melaksanakan dialog publik yang inklusif guna menyerap aspirasi-aspirasi mahasiswa dalam proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala. Dialog ini merupakan kewajiban moral dan representatif agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kehendak mahasiswa.”*

Mahasiswa menegaskan bahwa legitimasi MWA wakil mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh mekanisme formal, tetapi oleh sejauh mana mereka benar-benar menghadirkan suara mahasiswa dalam setiap keputusan yang diambil. Tanpa keterlibatan mahasiswa secara luas, keputusan yang lahir berpotensi kehilangan legitimasi moral dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi kampus.

Berita Terkait

Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru