Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:44 WIB

50655 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan agenda strategis yang menentukan arah kepemimpinan, kebijakan akademik, serta keberpihakan universitas terhadap kepentingan sivitas akademika, khususnya mahasiswa. Oleh sebab itu, proses ini seharusnya dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan berlandaskan aspirasi mahasiswa sebagai salah satu unsur utama dalam tata kelola perguruan tinggi.

Namun demikian, hingga saat ini Majelis Wali Amanat (MWA) perwakilan mahasiswa dinilai belum menjalankan fungsi representatifnya secara optimal. Tidak adanya ruang dialog terbuka yang melibatkan fakultas dan organisasi kemahasiswaan (ormawa) USK dalam membahas calon rektor serta kriteria kepemimpinan universitas menunjukkan lemahnya mekanisme penyerapan aspirasi mahasiswa lintas fakultas.

Perlu ditegaskan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) telah mengambil inisiatif dengan memfasilitasi forum dialog yang bertujuan mempertemukan MWA wakil mahasiswa dengan fakultas dan ormawa USK. Forum tersebut dimaksudkan sebagai ruang resmi dan terbuka untuk menyampaikan pandangan, evaluasi, serta aspirasi mahasiswa terkait figur rektor yang layak dan kompeten. Namun sangat disayangkan, MWA wakil mahasiswa tidak menghadiri forum yang telah difasilitasi tersebut. Ketidakhadiran ini menunjukkan sikap yang tidak sejalan dengan semangat partisipasi dan representasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini menimbulkan keprihatinan serius di kalangan mahasiswa. MWA wakil mahasiswa seharusnya berperan sebagai jembatan aspirasi mahasiswa dalam pengambilan keputusan strategis universitas, bukan justru mengambil posisi yang terpisah dari basis mahasiswa yang diwakilinya. Representasi mahasiswa tidak cukup dimaknai secara struktural, melainkan harus diwujudkan melalui keterbukaan, dialog aktif, dan keberanian menyerap kehendak mahasiswa secara menyeluruh.

Mahasiswa menilai bahwa penentuan pilihan rektor tidak boleh dilakukan secara tertutup dan elitis. Rektor USK ke depan harus memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen yang jelas terhadap penguatan akademik, kesejahteraan mahasiswa, dan prinsip demokrasi kampus. Penilaian tersebut tidak mungkin dilakukan secara objektif tanpa mendengar langsung aspirasi mahasiswa dari berbagai fakultas dan ormawa.

Oleh karena itu, *Muhammad Alif Dhiya’ulhaq, selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK)* menyampaikan pernyataan tegas sebagai berikut:*“MWA wakil mahasiswa harus segera membuka dan melaksanakan dialog publik yang inklusif guna menyerap aspirasi-aspirasi mahasiswa dalam proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala. Dialog ini merupakan kewajiban moral dan representatif agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kehendak mahasiswa.”*

Mahasiswa menegaskan bahwa legitimasi MWA wakil mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh mekanisme formal, tetapi oleh sejauh mana mereka benar-benar menghadirkan suara mahasiswa dalam setiap keputusan yang diambil. Tanpa keterlibatan mahasiswa secara luas, keputusan yang lahir berpotensi kehilangan legitimasi moral dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi kampus.

Berita Terkait

Irwandi Terpilih sebagai Ketua Fokusgampi Banda Aceh Periode 2026–2028
Ratusan Pelajar Ikut Kompetisi, Expo USM 2026 Siap Semarakkan Dunia Pendidikan
Aliansi Masyarakat Tolak PT CA, Himbau Warga Dokumentasikan Setiap Intimidasi dan Aktivitas PT CA
Sekda Aceh Lompat Pagar, Dr Nasrul Zaman: Ini Komedi Politik yang Berbahaya
Haji Irmawan dan Transformasi PKB Aceh Menjadi Kekuatan Politik yang Diperhitungkan
Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Melalui Pembagian Brosur
Bank Aceh Syariah dan Insan Pers Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning
156 Ribu Anak Aceh Terancam Stunting, APBA 2026 Nihil Anggaran, Sekda Aceh Dinilai Gagal Terjemahkan Visi Gubernur

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:29 WIB

Kadis Kominfo Nopal SP Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:29 WIB

Anatomi Penjarahan di Negeri Seribu Bukit

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:07 WIB

Panic Buying dan Pengecer Ilegal Perparah Krisis BBM di Gayo Lues

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:51 WIB

(Alm) H. Atip Usman: Ketika Saman Tidak Sekadar Ditarikan, Tapi Dijaga

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:19 WIB

Bedah Buku Generasi Hijauku: Merawat Alam, Menjaga Identitas, Menumbuhkan Kesadaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:16 WIB

Bedah Buku Generasi Hijauku, Kaum Muda Gayo Diajak Menjaga Alam dan Budaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:27 WIB

Diduga Ada Tangki Siluman Antrian BBM Mengular di SPBU Raklunung

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:26 WIB

Turnamen Futsal Piala SMKN 2 Blangsere Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan dan Promosi Sekolah

Berita Terbaru