slot preparation.lsrs.lu

Targetkan 1.261 Hektare Sawah Terapkan Sistem Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:23 WIB

50347 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya terus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas padi sawah dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern yang lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan PM-AAS yang berlangsung selama enam hari, mulai 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuala, Desa Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutannya, Marzuki menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mendukung penuh berbagai program strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produktivitas padi dengan penerapan sistem PM-AAS.

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen mendukung setiap langkah strategis peningkatan produktivitas padi sawah melalui penerapan PM-AAS. Kami optimistis pemanfaatan teknologi modern akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Marzuki.

Ia juga berharap para penyuluh pertanian dapat memberikan pendampingan secara intensif kepada petani agar teknologi PM-AAS dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
“Melalui program ini kita ingin mendorong perubahan dari pola pertanian tradisional menuju pertanian modern yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh dari Kementerian Pertanian, Dr. Agus Susanto, M.Si., menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi Menteri Pertanian untuk mempercepat peningkatan produksi pangan.

Menurutnya, PM-AAS adalah sistem budidaya padi berbasis teknologi tinggi yang mengedepankan efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi pertanian, pertanian presisi, serta pengelolaan usaha tani berbasis korporasi.

“PM-AAS dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada hasil,” jelas Agus.
Ia menambahkan, penerapan PM-AAS dibangun di atas enam pilar utama, yaitu tanam rapat dalam baris, efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi total, penerapan teknologi spesifik lokasi, intensifikasi produksi, serta pengembangan usaha tani berbasis korporasi.

Selain itu, sistem ini juga menerapkan sejumlah prinsip teknis, seperti penggunaan metode tanam benih langsung, jarak tanam rapat, pengendalian gulma pra-tumbuh, mekanisasi pengolahan lahan secara menyeluruh, serta sistem pengairan intermiten yang lebih hemat air.

Usai penyampaian materi, Tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bersama para penyuluh pertanian Kabupaten Nagan Raya melaksanakan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai tahapan awal implementasi program PM-AAS di Kabupaten Nagan Raya.

Pada tahun 2026, Kabupaten Nagan Raya ditargetkan menerapkan sistem tanam padi PM-AAS di lahan seluas 1.261 hektare yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Beutong seluas 288 hektare, Darul Makmur 9 hektare, Kuala 123 hektare, Seunagan 212 hektare, Seunagan Timur 382 hektare, dan Suka Makmue 247 hektare.

Melalui program ini, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap transformasi menuju pertanian modern dapat mempercepat peningkatan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Ir. Firdaus, S.P., M.Si., para penyuluh pertanian, serta ratusan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. (*)

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB