Sekolah Garuda Dibangun di Aceh Utara, Wujud Pemerataan Pendidikan Unggul Berbasis Iptek

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 13:42 WIB

50428 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan, pendirian Sekolah Garuda merupakan wujud konkret visi Presiden dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang sains dan teknologi. Sekolah berasrama berbasis keunggulan akademik ini diharapkan melahirkan generasi pemimpin masa depan yang mampu bersaing di tingkat global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (18/7/2025), Stella menjelaskan bahwa sejak awal pemerintahan, Presiden menekankan pentingnya kehadiran sekolah unggul setingkat SMA sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Gagasan tersebut telah dirintis sejak era 1990-an dan kini diwujudkan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) lewat pendirian Sekolah Garuda.

“Sekolah Garuda bukan sekolah elite, melainkan wadah menciptakan kesempatan secara merata. Presiden ingin agar putra-putri terbaik bangsa, termasuk dari keluarga prasejahtera dan daerah terpencil, dapat mengakses pendidikan unggul,” kata Stella.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, hingga 2029 pemerintah hanya akan membangun 20 Sekolah Garuda, semuanya di luar Pulau Jawa. Langkah ini merupakan bentuk komitmen terhadap pemerataan kualitas pendidikan nasional, sekaligus upaya menciptakan ekosistem pendidikan berbasis keunggulan di wilayah-wilayah dengan potensi besar namun belum tergarap optimal.

Konsep Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: pemerataan akses terhadap pendidikan unggul, pembentukan karakter kepemimpinan global melalui sistem asrama, dan integrasi antara pencapaian akademik dengan semangat pengabdian masyarakat.

Menurut Stella, target utama dari sekolah ini adalah melahirkan peserta didik yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Pemerintah menyiapkan skema beasiswa penuh bagi sekitar 80 persen siswa, mulai dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri—termasuk universitas papan atas seperti Harvard, Oxford, Cambridge, hingga Tsinghua University.

Kehadiran sekolah ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitar. Dengan sistem berasrama dan skala operasional nasional, kebutuhan logistik, transportasi, dan akomodasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, fasilitas publik seperti perpustakaan dan sarana olahraga dirancang terbuka untuk warga. Pemerintah juga mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat lokal.

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyatakan kesiapan daerahnya mendukung pembangunan Sekolah Garuda. Ia menyebutkan bahwa Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 21 hektare dengan lokasi strategis, dekat berbagai fasilitas publik seperti rumah sakit dan bandara.

“Aceh Utara memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban, mulai dari Kerajaan Samudera Pasai hingga peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. Kehadiran Sekolah Garuda akan menjadi kesinambungan sejarah itu, kali ini dalam bentuk kontribusi pendidikan unggul bagi bangsa,” ujar Ismail.

Di tengah tantangan global dan transformasi digital yang semakin cepat, pemerintah menilai penguatan sains dan teknologi melalui pendidikan menengah akan menjadi fondasi penting bagi lompatan kemajuan bangsa. Proyek Sekolah Garuda di Aceh Utara dipandang tidak hanya sebagai investasi dalam bidang pendidikan, tetapi juga strategi jangka panjang membangun kedaulatan ilmu pengetahuan dan daya saing nasional.

Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial tinggi. Sekolah Garuda menjadi bagian dari cita-cita besar membentuk pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia. (*)

Berita Terkait

Menang di Tingkat Banding, Pengadilan Tinggi Kuatkan Putusan RS PMI Aceh Utara Wajib Bayar Uang Rekanan Dua Miliar Lebih
PPNS Bea Cukai Lhokseumawe Hadiri Sosialisasi KUHAP Baru di Polres Lhokseumawe
Peduli Lingkungan dan Perkuat Kebersamaan, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Jalan Sehat di Kawasan Waduk
Bea Cukai Lhokseumawe dan Satpol PP-WH Gelar Operasi Bersama Gempur Rokok Ilegal di Tiga Kecamatan
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Pelajar Lewat _Customs Goes to School
Gempur Rokok Ilegal di Lhokseumawe: Kolaborasi Edukasi Perkuat Sinergi Pengawasan.
Kantin Tanpa Kasir, Cara Bea Cukai Lhokseumawe dan DWP Tanamkan Budaya Jujur
Dorong Service Excellence, Bea Cukai Lhokseumawe Tingkatkan Kompetensi Frontliner

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:53 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Aceh Tenggara Kembali Raih Opini WTP, Bupati H.M Salim Fakhry Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:48 WIB

Oknum Pengulu Ketambe Diduga Gelapkan Dana ADD Sejumlah kegiatan Ratusan Juta

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:13 WIB

Menyigi Dana Kapitasi Puskesmas Lawe Dua: Tinggi Angka, Rendah Layanan, Siapa Bertanggung Jawab?

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:49 WIB

Oknum Pj Pengulu Kute Penampaan (AD) Agara Diduga Manipulasi Dana Ketahanan pangan Rp 140 Juta, Pembelian Tanah sendiri.

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Perkuat Kinerja Organisasi Menuju Polri Presisi

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:01 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan Diri

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:29 WIB

Nobar Piala Dunia di Gedung 38 Setia Jadi Wadah Silaturahmi Warga dan Polisi

Berita Terbaru