HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Sebanyak 807 Kosa Kata Bahasa Gayo Berpotensi Dibahas Dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 01:43 WIB

501,416 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon, Baranews – Balai Bahasa Provinsi Aceh menggelar Lokakarya Kosa Kata Bahasa Gayo tahun 2025 selama tiga hari, mulai Selasa (19/8/2025) hingga Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Portola Grand Renggali, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dengan melibatkan perwakilan dari tiga kabupaten yang menjadi pusat penutur bahasa Gayo.

Lokakarya ini diikuti 13 peserta yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Balai Bahasa menghadirkan Susidamai Yanti, M.Pd., dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, sebagai narasumber utama. Diskusi berjalan intensif untuk menyaring ribuan kosa kata yang telah dikompilasi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua panitia lokakarya, Cut Ida Agustina, menjelaskan bahwa data awal menunjukkan terdapat 1.570 kosa kata bahasa Gayo hasil inventarisasi yang dibawa ke meja lokakarya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 807 kosa kata dinilai potensial untuk dibahas lebih lanjut dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah. “Selain itu, terdapat 551 kosa kata ganda yang dieliminasi karena dianggap tidak potensial, 37 kosa kata tambahan yang masuk dari hasil kajian terbaru, serta 249 kosa kata lain yang masih berstatus ragu dan perlu diverifikasi ulang,” ujar Cut Ida di sela kegiatan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, melalui Kasubbag Umum Dr. Baun Thain, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan para peserta. Menurutnya, upaya pelestarian bahasa Gayo melalui lokakarya ini sangat penting untuk memperkaya khazanah bahasa nasional. “Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar kosa kata bahasa Gayo semakin banyak terserap ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahasa Gayo selalu menjadi prioritas, mengingat posisinya kini tergolong rentan punah,” katanya.

Baun juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda Gayo dalam upaya pelestarian bahasa. Ia berharap ke depan ada putra-putri daerah yang bergabung dengan Balai Bahasa Provinsi Aceh. “Hal ini sangat membantu terutama dalam proses penerjemahan dan verifikasi kosa kata, sehingga keberadaan bahasa Gayo semakin terjaga,” tambahnya.

Salah seorang peserta lokakarya dari Kabupaten Bener Meriah, Turham Ag., S.Ag., M.Ag. (55), turut mengapresiasi kepedulian Balai Bahasa terhadap bahasa daerah. Ia menegaskan bahwa masyarakat siap mendukung program ini. “Kami siap berkontribusi bersama Balai Bahasa Provinsi Aceh dalam menjaga bahasa Gayo. Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar bahasa leluhur tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Lokakarya ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam upaya revitalisasi bahasa daerah di Aceh. Dengan adanya 807 kosa kata yang berpotensi dibahas dalam Sidang Komisi Bahasa Daerah, diharapkan bahasa Gayo semakin diakui dan terdokumentasi secara resmi. Selain menjaga identitas budaya, langkah ini juga menjadi upaya memperkuat keberagaman bahasa dalam kerangka kebudayaan nasional. (Dani)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Ridwansyah Dorong Petani Kopi di Gayo Lues Kembangkan Tembakau dengan Pola Tumpang Sari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Telah Beroperasi di Blangkejeren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Excavator Tertimbun Longsor Susulan di Jalan Ketukah Gayo Lues, Operator Lompat Selamatkan Diri

Berita Terbaru