Oleh : Sri Radjasa, M. BA (Pemerhati Intelijen)
DIHADAPKAN oleh penurunan sangat tajam, harga saham PT Telkom dalam setahun terakhir tercatat hampir 50%, menurut Direktur Eksekutif Nasional Institut Riyanda Barmawi, tidak semata-mata dipicu oleh tekanan pasar, tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah cerminan dari merosotnya kepercayaan investor terhadap manajemen perusahaan.
Potret struktur manajemen PT Telkom yang nyaris stagnan, dalam kurun waktu dua dekade terakhir, khususnya pada jajaran direksi dan merebaknya issue rasuah, telah memicu kejenuhan dan ketidak percayaan investor. Sosok Ririek Adriansyah telah menjabat posisi penting di PT Telkom Group, selama 14 tahun. Termasuk Honesti Basyir dan Hari Supriadi, telah malang melintang diberbagai sector PT Telkom Group. Hal tersebut ditengarai berdampak tidak munculnya keputusan bisnis dan kinerja yang inovatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rangka merespons menguatnya ketidak percayaan investor, sudah saatnya pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas, segera mengambil langkah progresif, untuk melakukan penyegaran jajaran direksi PT Telkom, pada moment RUPS PT Telkom yang akan diselenggarakan pada 27 Mei 2025.
Penyegaran manajemen jajaran direksi, merupakan langkah strategis untuk mengeliminir resiko investor dan dalam rangka menjaga reputasi dan peran PT Telkom, sebagai BUMN strategis dalam menopang ekonomi digital Indonesia. RUPS Tahunan PT Telkom, harus mengusung thema “Penyegaran manajemen” dan mengcounter adanya manuver untuk melakukan perpanjangan jabatan 1 tahun Dirut PT Telkom.
Pemerintah berkewajiban untuk mengawal RUPS tahunan PT Telkom, dalam rangka mengantisipasi upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mempertahankan statusquo kondisi PT Telkom, demi kelangsungan kepentingan sepihak, tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional. PT Telkom harus menjadi etalase BUMN yang mengusung etika bisnis professional dan senantiasa berpihak kepada kemaslahatan bangsa.







































