Dari Bibit Menjadi Berkah: Jalan Sunyi Transformasi Mustahik Menuju Muzaki

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 00:54 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H. Winnur Wajda, S.E.
Komisioner Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah

Dalam perspektif Islam, setiap harta memiliki dimensi tanggung jawab sosial. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar instrumen distribusi kekayaan, melainkan jalan untuk menghadirkan keadilan dan keberkahan dalam kehidupan umat. Di titik inilah, program pengadaan 100.000 bibit kopi unggul oleh Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah menemukan maknanya yang lebih dalam.

Kita sering kali berharap perubahan terjadi secara instan. Namun, alam mengajarkan hal berbeda. Sebutir benih tidak pernah tumbuh menjadi pohon dalam semalam. Ia membutuhkan waktu, kesabaran, perawatan, dan keyakinan. Begitu pula dengan upaya mengangkat derajat ekonomi masyarakat mustahik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini sejatinya bukan sekadar tentang menanam kopi. Ia adalah ikhtiar menanam harapan. Ketika bibit kopi ditanam di tanah Bener Meriah, sesungguhnya yang sedang ditanam adalah optimisme bahwa suatu hari nanti, tangan yang dahulu menerima akan berubah menjadi tangan yang memberi.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah ibarat sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji. Nilai keberkahan inilah yang menjadi landasan utama dalam pengelolaan dana infak secara produktif.

Secara hitungan duniawi, hasil dari 100 batang kopi per keluarga mungkin belum langsung besar. Dengan asumsi harga kopi saat ini, tambahan pendapatan beberapa juta rupiah per tahun tampak sederhana. Namun dalam logika pemberdayaan, yang kecil tetapi berkelanjutan jauh lebih bernilai daripada yang besar namun sesaat.

Di sinilah pentingnya kesabaran kolektif. Program ini dirancang bukan untuk menciptakan perubahan instan, melainkan membangun fondasi ekonomi yang kokoh. Ketika petani mulai memahami budidaya, memperluas lahan, dan meningkatkan kualitas hasil, maka perlahan tapi pasti, kurva kesejahteraan akan bergerak naik.

Saya meyakini bahwa transformasi mustahik menjadi muzaki bukanlah utopia. Ia adalah proses yang sangat mungkin terjadi, selama ada kesinambungan antara bantuan, pendampingan, dan kemauan untuk berubah. Dalam jangka menengah, akan muncul kelompok-kelompok kecil masyarakat yang mulai mandiri, dan dari sanalah embrio muzaki baru akan lahir.

Sebagai seseorang yang sedang menempuh studi Magister Manajemen, saya melihat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari output, tetapi dari outcome dan impact jangka panjang. Program ini mungkin belum menghasilkan angka besar hari ini, tetapi ia sedang membangun sistem ekonomi berbasis keadilan sosial yang berpotensi besar di masa depan.

Lebih dari itu, program ini adalah bagian dari dakwah. Dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi melalui tindakan nyata. Dakwah yang menghadirkan solusi, bukan sekadar retorika.

Pada akhirnya, kita semua berharap bahwa dari tanah Bener Meriah akan tumbuh bukan hanya kopi berkualitas, tetapi juga masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya. Dari bibit-bibit kecil itu, kita menanam masa depan. Dari infak yang dititipkan, kita menjaga amanah. Dan dari proses panjang ini, kita berharap lahir keberkahan yang terus mengalir, dunia hingga akhirat.

Berita Terkait

“Bemunge” Hidupkan Warisan Leluhur, Puluhan Wali Murid Hadiri Pelepasan Siswa MIN 2 Bener Meriah
Prosesi Adat Gayo “Bemunge” Warnai Perpisahan Siswa SMP Negeri 1 Bukit
Penerangan Tenaga Surya Dipasang di Situs Cagar Budaya Bener Meriah
Polres Bener Meriah Sita 50,5 Gram Sabu Dari Seorang Petani Asal Aceh Tengah
Sekolah Terintegrasi Segera Hadir di Bener Meriah, Kemendikdasmen Tinjau Lokasi
BKMT Gelar Bimbingan Psikologis dan Praktik Tayamum bagi Pasien di RSU Munyang Kute
Dinsyar Bener Meriah Perkuat Layanan Spiritual, Bimbing Pasien RSU Muyang Kute Praktik Tayamum
Perkuat Akuntabilitas BOP PAUD, Dinas Pendidikan Dan IGTKI Gelar Bimtek Laporan Keuangan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:24 WIB

MK Uji Pengamatan Hakim Sebagai Alat Bukti, DPR Nilai Dapat Tingkatkan Objektivitas Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:08 WIB

Dinamika Tuntutan Berat untuk Nadiem Makarim dalam Dugaan Korupsi Chromebook: Polemik Digitalisasi yang Menyeret Mantan Menteri ke Meja Hijau

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 06– 12 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:06 WIB

KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:47 WIB

Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana

Rabu, 29 April 2026 - 21:47 WIB

Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Profesionalisme dan Modernisasi Hadapi Tantangan Baru

Rabu, 29 April 2026 - 21:14 WIB

Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Ahmad Jadi Kepala Tukang, Rehab RTLH TMMD Abdya Kian Cepat Rampung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:09 WIB