slot preparation.lsrs.lu

Reformasi Polisi: Riwayatmu Kini

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:15 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Jakarta  – 27 tahun lepas dari ABRI, Polri masih diuji. Tagar #ReformasiPolisiRiwayatmuKini kembali viral. Bukan benci, tapi kecewa. Publik menuntut 3 hal di 2026: *Pelayanan cepat, Berantas oknum, Jaga netralitas.*
‎
‎Apabila Kapolri klaim sudah ada “Polisi RW”, layanan online, dan pendidikan HAM. Namun, kenyataan di lapangan, kepercayaan harus dijemput lewat aksi nyata, bukan slogan.
‎
‎Polri yang Presisi yang  Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan sudah sejauh mana dilaksanakan sejak 2021?
‎
‎Wacana evaluasi reformasi Polri kembali menguat di pertengahan 2026. Dimana masyarakat luas menyorot 3 isu utama: kualitas pelayanan publik digital, penindakan tegas terhadap oknum, dan netralitas institusi.
‎
‎Di sisi lain, Polri terus mendorong program “Polisi RW”, integrasi layanan online, dan kurikulum pendidikan berbasis HAM.
‎
‎”Kepercayaan publik adalah pekerjaan rumah terbesar. Itu hanya bisa dibangun dengan konsistensi dan transparansi,” ujar Hans SW, pengamat kepolisian pada Selasa (14/7) malam di Jakarta.
‎
‎Menurut Hans, lebih 27 tahun reformasi ternyata pertanyaannya masih sama,  yaitu pertama apakah apabila membuat laporan cepat ditangani?  Kedua, apakah oknum ditindak tegas? Ketiga, apakah selama menjalankan tugas tetap berlaku netral?
‎
‎Menurut Hans, beberapa program sudah ada seperti Polisi RW, SKCK online, kesempatan melaksanakan pendidikan HAM. Hanya saja menurut Hans lebih lanjut tinggal bukti di lapangan.
‎
‎Pengamat kepolisian satu ini menilai bahwa kepercayaan itu mahal dan sangat berharga. Sekali retak, susah diperbaiki.
‎Setelah kejadian oknum kepolisian dalam program MBG yang dianggap merugikan negara, maka publik melakukan justifikasi kepada lembaga tempat berasal sang oknum tadi.
‎
‎Di tengah tantangan zaman digital 2026, Polri seharusnya fokus pada 3 pilar utama: Pelayanan, Profesionalisme, dan Kepercayaan Publik. Menurut Hans,program nyata yang berjalan:
‎1.  *Pelayanan Mudah*: Perluasan SIM, SKCK, dan SPKT Online agar masyarakat tidak perlu antre.
‎2.  *Hadir di Tengah Masyarakat*: Program “Polisi RW” dan “Bhabinkamtibmas” jadi garda terdepan menyelesaikan masalah warga.
‎3.  *SDM Unggul*: Pendidikan di Akpol & Lemdiklat kini diperkuat materi HAM, anti-korupsi, dan komunikasi publik.
‎4.  *Tindak Tegas Oknum*: Komitmen “zero tolerance” terhadap pelanggaran internal demi menjaga marwah institusi.
‎
‎”Reformasi adalah proses. Kami sadar belum sempurna, tapi kami terus belajar dan berbenah. Kritik masyarakat adalah vitamin untuk Polri menjadi lebih baik,” demikian semangat yang digaungkan.
‎
‎Mari kawal bersama. Karena keamanan adalah urusan kita semua.
‎
‎
‎27 tahun. Bukan waktu sebentar.
‎
‎Polri terus berbenah.
‎Dari pelayanan online yang makin mudah, Polisi RW yang hadir di kampung, sampai pendidikan anggota yang makin humanis.
‎
‎Tentu masih ada PR. Dan Polri tidak anti kritik.
‎Justru kritik “Reformasi Polisi: Riwayatmu Kini” ini kita jadikan cambuk untuk terus jadi lebih baik.
‎
‎Untuk 400 ribu Bhayangkara di seluruh Indonesia: Terima kasih atas pengabdiannya.
‎Untuk masyarakat: Mari kita kawal dan dukung bersama.
‎
‎Bila fokusnya: Melayani, Mengayomi, Melindungi.
‎
‎Buktinya?
‎✅ Layanan online makin mudah
‎✅ Polisi RW hadir di tiap RW
‎✅ Tindak tegas ke oknum
‎✅ Pendidikan berbasis HAM
‎
‎Jalan masih panjang. Tapi langkahnya pasti.
‎Dukung terus Polri yang Presisi: Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.
‎
‎
‎

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya
Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:03 WIB

Potensi Pemeriksaan Jokowi dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian Integritas Penegak Hukum

Rabu, 4 November 2026 - 22:55 WIB

Menko Polkam Dudung Abdurachman Pastikan Stabilitas Nasional Tetap Aman di Tengah Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 22:37 WIB

Jakarta Siaga 1, Dokumen Mobilisasi 20.980 Prajurit TNI AL ke Ibu Kota Beredar di Tengah Skandal Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:54 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Berita Terbaru