Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Logo dan Tema HUT ke-80 RI, Tekankan Persatuan dan Kesejahteraan Bangsa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 03:57 WIB

50421 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA  — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Acara yang berlangsung secara hybrid itu diikuti oleh kepala daerah, pimpinan kementerian/lembaga, serta perwakilan Indonesia di luar negeri melalui konferensi video.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa peringatan delapan dekade kemerdekaan Indonesia bukan semata-mata menjadi perayaan seremonial, melainkan harus menjadi momentum reflektif dan ajang konsolidasi semangat kebangsaan. “Tahun ini kita merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-80. Delapan dekade sudah bangsa ini berdiri merdeka, sebuah perjalanan panjang yang dibangun dengan semangat perjuangan dan pengorbanan seluruh anak bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025 mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurut Presiden, tema ini merupakan refleksi dari arah perjuangan dan visi kolektif Indonesia menuju masa depan yang berdaulat dan sejahtera. Ia juga menekankan pentingnya merawat kebinekaan dalam bingkai persatuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Ini adalah dorongan kita, hasrat kita, keinginan nenek moyang kita. Kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden juga memperkenalkan logo resmi peringatan 80 tahun kemerdekaan yang menampilkan angka “80” dalam bentuk saling terhubung membentuk simbol infinity atau tak terhingga. Menurut Prabowo, desain ini memiliki filosofi yang mendalam tentang makna persatuan dan kesinambungan perjuangan bangsa.

“Secara filosofis, desain ini menampilkan bentuk angka 8 dan 0 yang saling terhubung tanpa ujung, tidak terputus. Bentuk ini melambangkan bahwa persatuan sebagai dasar dari kedaulatan adalah manifestasi kesejahteraan rakyat, dan upaya menggapai cita-cita bangsa menuju Indonesia Maju yang tak pernah putus,” jelas Presiden Prabowo.

Hadir dalam peluncuran tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Isma Yatun, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Peluncuran tema dan logo HUT ke-80 RI menjadi bagian awal dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang akan digelar sepanjang bulan Agustus mendatang, termasuk Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka, pawai budaya, dan sejumlah kegiatan nasional lainnya. Pemerintah juga menargetkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyemarakkan semangat kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif di seluruh pelosok negeri.

Delapan puluh tahun merdeka menjadi penanda perjalanan panjang bangsa Indonesia yang tidak hanya diwarnai dengan kemenangan, tetapi juga tantangan yang terus bergulir. Presiden Prabowo menegaskan, tugas generasi saat ini adalah meneruskan perjuangan para pendiri bangsa dengan tetap menjaga integritas, merawat persatuan, dan menjamin kesejahteraan seluruh rakyat.

“Ini bukan hanya perayaan. Ini adalah pengingat bahwa bangsa kita dibangun dari darah dan air mata, dari semangat gotong royong, dari cita-cita besar untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tutup Presiden. (red)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru