Surakarta — Setelah menjalani rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Provinsi Jawa Tengah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak kembali ke Jakarta pada Senin sore, 21 Juli 2025. Keberangkatan Kepala Negara dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo di Boyolali dilepas langsung oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang hadir secara khusus untuk menghantarkan Presiden Prabowo menuju Ibu Kota.
Kehadiran Presiden Jokowi di pangkalan udara tersebut menandai hubungan erat dan berkelanjutan antara kedua tokoh nasional, yang selama ini dikenal menjalin komunikasi intensif dalam menjaga kesinambungan program pembangunan nasional lintas pemerintahan.
Selama kunjungannya di Jawa Tengah, Presiden Prabowo menjalankan sejumlah agenda penting berskala nasional. Pada Minggu, 20 Juli 2025, Presiden menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai capaian strategis pemerintah, mulai dari peningkatan cadangan pangan, penurunan angka kemiskinan, hingga penguatan lembaga keuangan negara seperti Danantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda lain yang menjadi sorotan dalam lawatan tersebut adalah peresmian peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan memastikan distribusi hasil produksi rakyat berjalan efisien, terintegrasi, serta langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di sela kegiatan tersebut, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu disebut membahas kesinambungan program pembangunan, termasuk evaluasi awal pemerintahan baru, serta penguatan sinergi antara pusat dan daerah dalam melaksanakan agenda strategis nasional.
Dengan selesainya kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan sejumlah agenda pemerintahan di Jakarta, termasuk tindak lanjut dari rapat terbatas yang sebelumnya digelar di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Agenda-agenda tersebut mencakup penguatan sektor pangan, infrastruktur desa, dan percepatan program prioritas nasional lainnya. (*)



































































