ACEH TENGGARA – Wajah-wajah polos yang sempat diliputi rasa takut dan cemas akibat bencana banjir, kini kembali dihiasi senyum ceria. Polres Aceh Tenggara bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di Desa Salim Pinim, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak psikologis pascabencana. Rabu 25 Februari 2026

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan menghibur, mulai dari permainan kelompok, bernyanyi bersama, dongeng inspiratif, hingga pemberian motivasi agar anak-anak kembali bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Suasana yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi riuh tawa dan keceriaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri,S.I.K melalui Kasubsi Penmas Ipda Patar menyampaikan bahwa trauma healing ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk tidak hanya hadir dalam penanganan bencana secara fisik, tetapi juga dalam pemulihan mental masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan terdampak bencana.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kita ingin memastikan mereka tetap ceria, tidak larut dalam ketakutan akibat banjir yang terjadi. Kehadiran kami di sini untuk memberi semangat dan rasa aman,” ujarnya.
Mahasiswa STIK 83/WPS turut berperan aktif berinteraksi langsung dengan anak-anak, membangun kedekatan emosional agar mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Pendekatan humanis yang dilakukan mendapat sambutan hangat dari para orang tua dan perangkat desa setempat.
Selain kegiatan psikososial, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa makanan ringan dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan moril agar anak-anak kembali fokus belajar.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan lembaga pendidikan kepolisian dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kemanusiaan. Harapannya, melalui sentuhan kepedulian ini, anak-anak Desa Salim Pinim dapat bangkit, menatap masa depan dengan optimisme, dan melupakan trauma yang sempat membayangi mereka.
Polres Aceh Tenggara menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi sulit, demi memastikan keamanan, kenyamanan, serta pemulihan yang menyeluruh pascabencana.






































