NAGAN RAYA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, selama sepekan terakhir mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Krueng Lamie. Akibatnya, enam desa di Kecamatan Tripa Makmur dilaporkan terendam banjir setelah air meluap hingga ke kawasan permukiman penduduk.
Banjir tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena debit air dilaporkan terus meningkat dan mulai menggenangi sejumlah wilayah permukiman.
Camat Tripa Makmur, Nasruddin, saat dikonfirmasi media pada Senin dini hari (26/10/2026), membenarkan bahwa enam desa di wilayahnya terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dan meluapnya aliran Sungai Krueng Lamie.
“Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Nagan Raya selama sepekan terakhir, aliran Sungai Krueng Lamie meluap hingga ke permukiman penduduk. Saat ini, enam desa di Kecamatan Tripa Makmur terdampak banjir,” ujar Nasruddin.
Adapun enam desa yang dilaporkan terdampak banjir tersebut meliputi Desa Panton Pange, Ujong Krueng, Mondua, Neubok Ye PP, Pasie Kebedom, dan Lueng Kebu Jagat.
Sementara itu, dari lokasi banjir, salah seorang kepala dusun di Desa Ujong Krueng, M. Ilyas, yang akrab disapa Si Abang, turut membenarkan kondisi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa hujan yang turun selama beberapa hari terakhir menyebabkan air meluap dan mulai memasuki kawasan permukiman sejak sekitar pukul 02.00 WIB pada Senin dini hari.
Menurutnya, banjir tidak hanya berdampak pada Desa Ujong Krueng, tetapi juga sejumlah desa lainnya di Kecamatan Tripa Makmur.
Air Dilaporkan Terus Meningkat
Nasruddin menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi banjir masih menjadi perhatian karena luapan air dilaporkan terus naik.
Pihak kecamatan telah menyampaikan informasi terkait kejadian tersebut kepada instansi pemerintah yang menangani kebencanaan dan bantuan sosial.
“Untuk data terperinci mengenai kondisi banjir, sudah saya sampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya,” ungkapnya.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat segera melakukan pemantauan serta mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya ketinggian air, mengingat hujan masih menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi banjir.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diharapkan terus memantau perkembangan situasi dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan.
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tripa Makmur ini menjadi perhatian bersama.
Penanganan yang cepat, koordinasi lintas instansi, serta kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.(*)









































