Pemadaman Listrik Meluas di Aceh, Akademisi Nilai PLN Gagal Tangani Krisis dan Minim Penjelasan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 00:01 WIB

50604 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe  —  Kondisi pemadaman listrik yang terjadi dalam tiga hari terakhir di sejumlah wilayah Provinsi Aceh memantik kritik publik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dinilai gagal mengelola krisis kelistrikan dan tidak memberikan penjelasan utuh kepada masyarakat.

Salah satu kritik datang dari akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Masriadi Sambo. Menurutnya, hingga hari ketiga pemadaman, PLN belum menyampaikan informasi yang memadai kepada publik mengenai penyebab utama terganggunya pasokan listrik di Provinsi Aceh.

“PLN hanya menyatakan gangguan jaringan distribusi di PLTU Nagan Raya dan tengah melakukan investigasi. Namun tidak dijelaskan hal paling mendasar, seperti seberapa besar kapasitas distribusi PLN seluruh Aceh dan berapa yang disuplai ke wilayah lain seperti Medan,” ujar Masriadi, Rabu (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masriadi, yang juga dosen Ilmu Komunikasi, menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting dalam situasi krisis pelayanan publik. Ia menilai penjelasan PLN sejauh ini terlalu umum dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.

“PLN bukan institusi baru dalam urusan gangguan listrik, seharusnya sudah dapat menjelaskan lebih detail dan akurat. Seperti apa hasil analisis tim ahli mereka terkait penyebab padamnya listrik selama ini? Dimana sistem deteksi berbasis teknologi yang telah dikembangkan? Sayangnya, semua itu tidak dijelaskan ke rakyat,” ungkapnya.

Masriadi juga menyoroti tanggung jawab PLN terhadap dampak langsung yang ditimbulkan akibat pemadaman. Ia menyebutkan, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi terkait kemungkinan kompensasi atas kerusakan peralatan elektronik dan kerugian aktivitas akibat listrik yang sering padam.

“Bagaimana misalnya jika kulkas, AC, atau perangkat kerja rusak akibat pemadaman? Apakah ada skema ganti rugi? Jika ini diatur dalam kebijakan PLN, mestinya dijelaskan secara terbuka kepada publik, bukan dibiarkan menjadi spekulasi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Masriadi menyampaikan bahwa General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh juga harus bertanggung jawab secara moral atas krisis ini. Bahkan, menurutnya, sudah saatnya budaya pertanggungjawaban secara elegan diterapkan di level korporasi negara.

“Baiknya General Manager PLN Aceh mengundurkan diri secara gentle kepada manajemen pusat dan menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Aceh. Budaya pejabat gagal mengundurkan diri harus mulai ditunjukkan, apalagi di perusahaan sebesar PLN,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Aceh belum memberikan tanggapan resmi mengenai permintaan klarifikasi lebih lanjut atau permohonan maaf kepada masyarakat.

Sebelumnya, PLN melalui keterangan singkat menyebutkan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan di PLTU Nagan Raya, namun belum merinci penyebab teknis maupun langkah konkret penyelesaian yang sedang ditempuh.

Pemadaman listrik selama tiga hari terakhir telah dirasakan oleh warga di Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, Langsa, hingga kawasan pantai barat selatan Aceh. Sejumlah aktivitas ekonomi dan layanan publik juga dilaporkan terganggu. (*)

Berita Terkait

Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawai
Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawail
Presma UIN SUNA Soroti Lambannya Pengaspalan Jalan Nasional di Muara Satu, Warga Terdampak Debu dan Risiko Kecelakaan
Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi, Turut Musnahkan Ladang Ganja di Sawang
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
Stakeholder Intimacy: Kunjungan Kerja Kanwil Bea Cukai Aceh ke Integrated Terminal Lhokseumawe, PT Pertamina Patra Niaga.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:19 WIB

Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru