Panik Buying BBM, Pemerintah Jangan Hanya Mengimbau

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:56 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon Baranewsaceh.co |  Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Aceh Tengah dan Bener Meriah dinilai sangat merugikan masyarakat. Selain menghabiskan waktu dan tenaga, antrean panjang juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga.

“Bukan hanya waktu dan energi yang terbuang. Jika waktu itu digunakan untuk bekerja atau berusaha, tentu ada nilai ekonomi yang bisa dihasilkan,” ujar Khosi NT, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Aceh Tengah, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, ribuan masyarakat yang mengantre di berbagai SPBU, bahkan sejak malam hingga pagi hari, sesungguhnya menanggung kerugian besar bila dihitung dari waktu dan tenaga yang terpakai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, kerugian tersebut tidak hanya dalam bentuk materi. Kondisi ini juga menambah beban psikologis masyarakat yang hingga kini masih menyimpan trauma akibat musibah yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.

“Bukan hanya nilai rupiah yang terbuang, tetapi juga beban psikologis masyarakat yang masih trauma akibat musibah. Ini tentu menambah panjang daftar penderitaan masyarakat,” katanya.

Khosi menegaskan, pengalaman panic buying yang terjadi di Aceh Tengah dan Bener Meriah di tengah suasana Ramadhan ini tidak boleh terulang kembali. Pemerintah, kata dia, harus bersikap lebih waspada dan tegas dalam mengantisipasi situasi serupa.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Lebih dari itu, pemerintah harus mampu membuktikan bahwa kebutuhan BBM masyarakat benar-benar tersedia dan terjamin.

“Pemerintah harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan dan berani menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang telah menyampaikan informasi mengenai ketersediaan BBM serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Namun, ia menilai pengawasan semacam itu tidak boleh bersifat sementara.

“Langkah tersebut baik, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya diawasi ketika masalah sudah terjadi,” katanya.

Khosi menambahkan, upaya pencegahan seharusnya dilakukan sejak dini. Pemerintah diharapkan mampu membaca situasi sehingga kepanikan masyarakat dapat dicegah sebelum terjadi.

“Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Pemerintah harus jeli melihat potensi persoalan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat masih diliputi trauma pascabencana banjir bandang yang sempat membuat berbagai kebutuhan pokok sulit diperoleh.

“Pengalaman itu membuat masyarakat menjadi lebih sensitif. Sedikit saja ada informasi yang tidak jelas, emosi masyarakat mudah terpancing,” kata Khosi.

Karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilah informasi dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum tentu benar.

Ia juga meminta pemerintah memastikan secara terbuka bahwa pasokan BBM hingga menjelang Idul Fitri dalam kondisi aman.

Menurutnya, kepastian tersebut harus dibarengi dengan pengawasan lapangan yang konsisten serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Pemerintah harus mampu mengembalikan kepercayaan publik bahwa mereka hadir di tengah masyarakat. Itu tidak cukup dengan imbauan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata,” ujarnya. (Dani)

Berita Terkait

Warga Soroti Usulan PBPH Getah Pinus PT JMI, Akses Hidup Lokal Terancam?
Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17
Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon
Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana
Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit
Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional
Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang
Putra Gayo Yusradi Usman al-Gayoni Kumandangkan Azan dalam Festival Ramadan 2026 di Inggris

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:13 WIB

Penampilan Spektakuler Pelajar dan TNI Warnai Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:30 WIB

Pencak Silat Militer Yon TP 958/RM Curi Perhatian pada Penutupan TMMD ke-128 Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:07 WIB

Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:30 WIB

Kapok Sahli Pangdam IM: TNI Hadir Membantu Kesulitan Masyarakat Hingga Pelosok Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Brigjen TNI Mahesa Bersama Dansatgas TMMD Serahkan Bantuan kepada Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:07 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, TMMD Ke-128 Abdya Bantu Warga dengan Kandang Ayam

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:50 WIB

TMMD Ke-128 Berakhir, Kodam IM Fokus Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:07 WIB