Panic Buying dan Pengecer Ilegal Perparah Krisis BBM di Gayo Lues

J.PORANG

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:07 WIB

50421 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES. BARANEWSACEH.CO  — Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi sorotan menyusul antrean panjang kendaraan di SPBU Raklunung yang berbanding terbalik dengan maraknya pengecer ilegal di sejumlah titik.

Anggota DPRD Gayo Lues, Karim, menilai ada kejanggalan dalam rantai distribusi BBM. Ia mempertanyakan kondisi di mana masyarakat kesulitan memperoleh BBM di pompa resmi, sementara stok di tingkat pengecer justru melimpah dengan harga tinggi.

“Harus ada pihak yang menertibkan dan memastikan distribusi BBM tidak dimainkan,” kata Karim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tersebut turut disampaikan M. Darsyah bersama Muhfijar (31), yang mencurigai adanya permainan oknum petugas SPBU dengan kendaraan tertentu. Mereka menduga ada kendaraan yang dapat mengisi melebihi batas maksimal 15 liter dengan imbalan tertentu, meski aturan pembatasan telah diberlakukan.

Menanggapi hal itu, pengawas SPBU Raklunung, Lukman, menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan seluruh operator agar mematuhi Surat Edaran Bupati terkait kuota pengisian. Ia menyatakan tidak akan menoleransi pelanggaran prosedur dan siap memberhentikan karyawan yang terbukti menyimpang.

Manajemen SPBU bahkan meminta masyarakat melaporkan bukti konkret berupa rekaman video apabila menemukan pelanggaran pengisian melebihi ketentuan. Selain itu, SPBU juga mengusulkan kehadiran aparat keamanan di area pengisian guna menjaga ketertiban serta meredam kecurigaan publik.

Lukman mengakui pasokan BBM sangat bergantung pada pengiriman dari Medan, Sumatera Utara, yang jadwalnya kerap tidak menentu. Ia mendorong seluruh SPBU di Gayo Lues untuk melakukan pemesanan harian agar beban distribusi tidak hanya bertumpu pada SPBU Raklunung.

Sinergi antara kepastian stok dari Pertamina, pengawasan ketat, serta dukungan keamanan diharapkan dapat menormalkan kembali distribusi BBM di wilayah tersebut. (J.porang)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak” Saat Wawancara, Benny K Harman Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Upaya Pencarian Barang Pribadi Almarhum Sutrimo, Kuasa Hukum Sambangi Kediaman Mantan Jampidsus
Misteri Ponsel Hilang di Balik Kematian Sutrimo, Polisi Perdalam Penyidikan
Keluarga Sutrimo Datangi Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Soroti Kejanggalan Kematian
Jusuf Kalla Tegaskan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh Bukan Bentuk Penolakan ke Pemerintah Pusat
Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai
Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi
Walaupun Diklarifikasi Dinas Pertanian Gayo Lues, LIRA tetap Minta APH bertindak Sesuai Dengan Aturan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru