Panic Buying dan Pengecer Ilegal Perparah Krisis BBM di Gayo Lues

J.PORANG

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:07 WIB

50399 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES. BARANEWSACEH.CO  — Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi sorotan menyusul antrean panjang kendaraan di SPBU Raklunung yang berbanding terbalik dengan maraknya pengecer ilegal di sejumlah titik.

Anggota DPRD Gayo Lues, Karim, menilai ada kejanggalan dalam rantai distribusi BBM. Ia mempertanyakan kondisi di mana masyarakat kesulitan memperoleh BBM di pompa resmi, sementara stok di tingkat pengecer justru melimpah dengan harga tinggi.

“Harus ada pihak yang menertibkan dan memastikan distribusi BBM tidak dimainkan,” kata Karim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tersebut turut disampaikan M. Darsyah bersama Muhfijar (31), yang mencurigai adanya permainan oknum petugas SPBU dengan kendaraan tertentu. Mereka menduga ada kendaraan yang dapat mengisi melebihi batas maksimal 15 liter dengan imbalan tertentu, meski aturan pembatasan telah diberlakukan.

Menanggapi hal itu, pengawas SPBU Raklunung, Lukman, menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan seluruh operator agar mematuhi Surat Edaran Bupati terkait kuota pengisian. Ia menyatakan tidak akan menoleransi pelanggaran prosedur dan siap memberhentikan karyawan yang terbukti menyimpang.

Manajemen SPBU bahkan meminta masyarakat melaporkan bukti konkret berupa rekaman video apabila menemukan pelanggaran pengisian melebihi ketentuan. Selain itu, SPBU juga mengusulkan kehadiran aparat keamanan di area pengisian guna menjaga ketertiban serta meredam kecurigaan publik.

Lukman mengakui pasokan BBM sangat bergantung pada pengiriman dari Medan, Sumatera Utara, yang jadwalnya kerap tidak menentu. Ia mendorong seluruh SPBU di Gayo Lues untuk melakukan pemesanan harian agar beban distribusi tidak hanya bertumpu pada SPBU Raklunung.

Sinergi antara kepastian stok dari Pertamina, pengawasan ketat, serta dukungan keamanan diharapkan dapat menormalkan kembali distribusi BBM di wilayah tersebut. (J.porang)

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Kritik, Evaluasi, dan Harapan: Menatap Peran Baitul Mal Secara Objektif
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:15 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:45 WIB

Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution Antara Pemerintah Aceh dan Mubadala

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:52 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:45 WIB

Adi Maros Dorong Hilirisasi Gas South Andaman untuk Masa Depan Aceh yang Lebih Maju

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:31 WIB

Kinerja Ekspor Produk Kopi Aceh: Transparansi Data Kepabeanan dan Tren Pergerakan Devisa Daerah

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:53 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru